Berita

Sempat Bersitegang Gegara Pernyataan, Madas Sedarah dan Laskar Jahanam Akhirnya Saling Minta Maaf

622
×

Sempat Bersitegang Gegara Pernyataan, Madas Sedarah dan Laskar Jahanam Akhirnya Saling Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Perselisihan antara Madas Sedarah dan Laskar Jahanam di Kabupaten Jember
Permentaan maaf terkait Perselisihan antara Madas Sedarah dan Laskar Jahanam di Kabupaten Jember. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com – Perselisihan antara Madas Sedarah dan Laskar Jahanam di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang sempat memanas akibat pernyataan di media sosial akhirnya berujung saling meminta maaf.

Penyelesaian persoalan tersebut dilakukan melalui mediasi di ruang Sat Intelkam Polres Jember, Minggu (4/10/2026). Pertemuan berlangsung kondusif dan diikuti sekitar 20 orang dari kedua pihak.

Perselisihan bermula dari polemik penataan pedagang Pasar Tanjung. Situasi kemudian berkembang setelah muncul sejumlah pernyataan yang dianggap menyinggung masing-masing kelompok.

Ketua DPC Madas Sedarah Jember, Agus Suwarno alias Agus Jagal, mengatakan pihaknya keberatan dengan munculnya istilah yang dinilai merendahkan organisasi, di antaranya “Madas tai” dan “Madas kurang ajar”.

Namun, Agus menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi konflik terbuka.

“Kita tidak mau bikin kegaduhan di Jember, tidak mau ada anarkis. Madas Sedarah Jember slogannya cinta damai,” ungkap Agus saat ditemui di Mapolres Jember.

Dari pihak Laskar Jahanam, Ketua Yayasan Laskar Jahanam Dwi Agus Budianto mengakui adanya ucapan yang tidak tepat dalam rangkaian persoalan tersebut.

Dwi mengatakan persoalan bermula dari potongan video yang mengatasnamakan Madas Jember. Video tersebut memuat pernyataan mengenai kemungkinan pengusiran pedagang apabila pemerintah tidak menjalankan kesepakatan penataan Pasar Tanjung.

Pernyataan itu kemudian membuat pedagang yang didampingi Laskar Jahanam merasa resah. Situasi semakin memanas setelah Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tanjung, Suhadi, mengeluarkan ucapan yang dianggap menyinggung Madas Sedarah.

Dalam mediasi tersebut, Suhadi menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Madas Sedarah. Jumantoro, yang juga berada dalam barisan Laskar Jahanam, turut menyampaikan permintaan maaf terkait pernyataan yang dianggap menyinggung.

Ketua DPC Madas Sedarah Bondowoso, Fauzi, mengatakan permintaan maaf tersebut diterima oleh pihak Madas Sedarah.

Menurutnya, kedua pihak telah sama-sama menyadari kesalahan sehingga persoalan tidak perlu diperpanjang.

Mediasi yang dimulai sekitar pukul 13.53 WIB itu difasilitasi unsur kepolisian bersama Bakesbangpol Kabupaten Jember.

Kasat Samapta Polres Jember AKP Heru Siswanto mengatakan komunikasi antara kedua pihak telah kembali terjalin dengan baik.

Heru berharap persoalan tersebut menjadi pembelajaran agar pernyataan di media sosial tidak kembali memicu perselisihan.

“Kedua kelompok diharapkan tidak lagi terjebak dalam perselisihan akibat pernyataan di media sosial,” pungkas Heru.

Setelah persoalan mereda, Madas Sedarah dan Laskar Jahanam masih membuka ruang komunikasi untuk bersama-sama mengawal penyelesaian polemik Pasar Tanjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *