Jember, locusjatim.com – Perubahan akses menuju kawasan Pasar Tanjung menjadi salah satu pertimbangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember dalam mengubah pola arus lalu lintas di Jalan Diponegoro.
Mulai Senin (5/10/2026) pukul 05.00 WIB, kendaraan dari arah utara menuju selatan akan diarahkan melalui Jalan Trunojoyo. Kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) setelah penerapan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di kawasan Pasar Tanjung.
Kepala Dishub Jember Gatot Triyono mengatakan, evaluasi dilakukan untuk melihat dampak penerapan rekayasa lalu lintas, termasuk terhadap akses masyarakat menuju sejumlah kawasan.
“Kami melakukan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas setelah penerapan MRLL, termasuk melihat ruas mana yang mengalami peningkatan kepadatan dan bagaimana akses masyarakat menuju kawasan Pasar Tanjung,” ujar Gatot saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (4/10/2026).
Menurut Gatot, Forum LLAJ tidak hanya mengandalkan hasil pemantauan lalu lintas di lapangan. Berbagai masukan masyarakat melalui media sosial dan kanal pengaduan Wadul Gus’e turut menjadi bahan evaluasi.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah perubahan akses dari arah Gebang dan Sultan Agung menuju Talangsari serta Pasar Tanjung.
Perubahan pola lalu lintas tersebut dinilai berdampak terhadap jarak dan waktu tempuh masyarakat. Kondisi itu kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan skema lalu lintas berikutnya.
“Masukan masyarakat kami jadikan bagian dari evaluasi. Kami ingin akses masyarakat tetap terlayani, sementara pembebanan arus lalu lintas juga bisa lebih merata,” kata Gatot.
Di sisi lain, hasil pemantauan juga menunjukkan adanya peningkatan kepadatan dan antrean pada waktu tertentu di sejumlah ruas. Kondisi tersebut ditemukan antara lain di Jalan Ahmad Yani segmen Pemkab Jember–Tugu Koperasi, Jalan Trunojoyo segmen Tugu Koperasi–Simpang Fore, serta Simpang 3 Gajah Subroto.
Berdasarkan evaluasi tersebut, Forum LLAJ menyepakati uji coba perubahan sirkulasi di Jalan Diponegoro.
Kendaraan dari arah utara menuju selatan akan diarahkan ke Jalan Trunojoyo. Skema ini diharapkan dapat membagi beban kendaraan sekaligus mengurangi konsentrasi arus pada koridor Jalan Ahmad Yani–Tugu Koperasi.
Dishub Jember bersama Satlantas juga menyiapkan sejumlah penyesuaian di lapangan. Mulai dari perlengkapan jalan, pengaturan simpang hingga pengendalian parkir akan disesuaikan dengan pola arus baru.
Simpang Semar menuju Simpang Samanhudi menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena terdapat hambatan samping. Sementara kawasan Simpang Jalan Trunojoyo akan mendapatkan pengaturan khusus untuk mengantisipasi pelanggaran dan potensi kecelakaan.
Gatot menegaskan, perubahan tersebut belum menjadi pola lalu lintas permanen. Seluruh skema masih akan diuji dan dievaluasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Uji coba ini akan terus kami pantau. Kami akan melihat bagaimana kondisi kepadatan, antrean, waktu tempuh, dan aksesibilitas masyarakat setelah arus diubah,” ujarnya.
Masyarakat yang melintas di Jalan Diponegoro, Jalan Trunojoyo dan ruas terdampak lainnya diminta menyesuaikan perjalanan mulai Senin pagi serta mengikuti rambu dan arahan petugas.
Hasil uji coba nantinya akan kembali dievaluasi Forum LLAJ untuk menentukan apakah pola tersebut perlu dipertahankan, disempurnakan, atau disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di kawasan Pasar Tanjung.






