Sumenep,locusjatim.com — Kenaikan harga plastik di Kabupaten Sumenep kian terasa dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu yang paling dikeluhkan adalah harga plastik yang kini menembus Rp 55 ribu per pack, memicu keresahan di kalangan pedagang maupun konsumen.
Lonjakan ini terjadi hampir di seluruh jenis plastik, termasuk merek wayang yang sebelumnya dijual sekitar Rp 35 ribu per pack. Dalam waktu singkat, harga tersebut melonjak hingga Rp 55 ribu, atau naik sekitar Rp 20 ribu.
Mufti, pedagang plastik di Kecamatan Gapura, mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut terjadi merata pada berbagai ukuran dan jenis plastik.
“Naiknya sekitar Rp 20.000, hampir semua ukuran ikut terdampak,” ujarnya
Tak hanya plastik biasa, harga kemasan makanan jenis thinwall juga mengalami kenaikan drastis. Dari semula Rp 210 ribu per kardus, kini melonjak hingga Rp 410 ribu.
Menurutnya, kondisi ini diperparah dengan mulai langkanya stok di pasaran, sehingga pedagang kesulitan memenuhi permintaan pelanggan. Meski demikian, aktivitas jual beli masih tetap berlangsung, meski diwarnai keluhan dari para pembeli.
“Kenaikannya hampir 100 persen. Selain mahal, barangnya juga mulai sulit dicari, terutama dalam satu minggu terakhir ini,” tutur Mufti.
Pedagang lainnya, Hamidi, juga mengakui situasi serupa. Ia menilai lonjakan harga yang terjadi dalam waktu cepat cukup memberatkan, terutama bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan kemasan plastik.
Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak lebih luas, terutama pada sektor kuliner dan UMKM di Sumenep yang sangat bergantung pada ketersediaan plastik sebagai kemasan utama.
“Pembeli masih ada, tapi banyak yang komplain karena kenaikannya cukup signifikan,” tambahnya.






