Berita

Haul 224 Bujuk Jadi Pemersatu, Madas Sedarah Satukan Warga Madura dari Dalam hingga Luar Negeri

668
×

Haul 224 Bujuk Jadi Pemersatu, Madas Sedarah Satukan Warga Madura dari Dalam hingga Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Madas gelar kegiatan Haul bujuk se-Madura yang dirangkai dengan halal bihalal
Madas gelar kegiatan Haul bujuk se-Madura yang dirangkai dengan halal bihalal. Foto: Cak Jum

Sampang, locusjatim.com Nuansa religius dan semangat persatuan menyatu dalam kegiatan Haul bujuk se-Madura yang dirangkai dengan halal bihalal oleh Organisasi Madas Sedarah, Senin (23/03/2026) siang. Bertempat di kediaman Ketua Madas DPD Kolompanggang Gersik H. Mat Yasin di Desa Madulang, Kecamatan Omben, acara ini menjadi titik temu warga Madura dari berbagai daerah, bahkan luar negeri.

Tak sekadar seremoni, kegiatan ini menonjolkan kekuatan nilai budaya dan spiritual melalui pengiriman doa kepada sekitar 224 bujuk (leluhur). Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap akar sejarah sekaligus pengikat identitas kolektif masyarakat Madura.

Ketua Umum Madas Sedarah, Bung Taufik, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai istimewa karena menjadi satu-satunya organisasi yang menggelar haul bujuk dalam skala besar.

“ada hal istimewa dalam acara ini dan satu-satunya organisasi yang menyelenggarakan Haul Buju’ Semadura dengan sekitar 224 bujuk yang dikirim do’a. Langkah ini dinilai sebagai bentuk itikad mulia untuk merawat nilai-nilai luhur nenek moyang sekaligus menjadikan sejarah sebagai kompas pemersatu bagi generasi Madura masa kini,”ucap Bung Taufik, Senin (23/03/2026).

Ia juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas sebagai fondasi utama organisasi.

“Kita harus terus memperkuat solidaritas. Jadikan wadah ini sebagai rumah besar yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat Madura, di mana pun mereka berada,” tegasnya.

Kehadiran ratusan anggota dari berbagai wilayah, termasuk pengurus dari Makkah, tokoh pemuda, hingga pelaku usaha diaspora, semakin memperkuat pesan bahwa Madas Sedarah bukan sekadar organisasi, melainkan ruang kebersamaan lintas batas geografis.

Di sisi lain, Ketua Madas DPD Kolompanggang Gersik, H. Mat Yasin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota yang disebutnya sebagai “sedarah”. Ia menekankan bahwa kegiatan haul bukan hanya ritual keagamaan, melainkan bentuk penghormatan terhadap leluhur.

“Kehadirannya dalam Haul bujuk ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada leluhur kita yang telah mewariskan nilai-nilai kehormatan, keberanian dan persaudaraan. Dan kita tidak boleh melupakan sejarah dan jati diri kita sebagai orang Madura yang menjunjung tinggi harga diri dan kebersamaan,”ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari konflik internal.

“Ia juga menegaskan jangan sampai ada lagi pertikaian diantara kita dan jangan saling menjatuhkan. Kita ini sedarah, kita ini satu, dan jika kita bersatu kita kuat, tapi jika kita terpecah maka kita sendiri yang merugi,”tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh anggota untuk mengedepankan etika dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami berharap, mari kita budayakan etika yang baik, salin menghormati, saling menjaga dan saling menguat. Dan jadikan Madas Sedarah sebagai wadah persatuan, bukan perpecahan. Kita harus mempunyai memberikan manfaat, tidak hanya kelompok kita, tetapi juga untuk bangsa dan negara, khususnya masyarakat Madura,”harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *