Sumenep, locusjatim.com — Semangat inklusi sosial terasa kental dalam kegiatan yang digelar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Cabang Sumenep, Rabu (18/3/2026). Di tengah nuansa Ramadhan, organisasi alumni ini menginisiasi santunan bagi penyandang tuna netra, bukan sekadar berbagi bantuan, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang hangat dan bermakna.
Bertempat di Binar Junior High School Sumenep, kegiatan tersebut dikemas dalam rangkaian Pondok Ramadhan dan buka puasa bersama. Suasana kekeluargaan begitu terasa, mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu semangat kepedulian.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas komunitas, mulai dari IKA UNAIR Cabang Sumenep, Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) Cabang Sumenep, Ponkes Asy Syifa Munawaroh, Anagata, hingga pihak sekolah. Sinergi ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kelompok difabel dapat diwujudkan melalui kerja bersama.
Ketua IKA UNAIR Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq, menegaskan bahwa Ramadhan adalah momen yang tepat untuk memperkuat nilai ketakwaan sekaligus kepedulian sosial. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan manusia tidak terletak pada aspek lahiriah.
“Sebagaimana firman Allah SWT, inna akramakum ‘indallahi atqakum, sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Dan dalam hadits Nabi disebutkan bahwa Allah tidak melihat rupa dan harta kita, tetapi melihat hati dan amal kita,” ungkapnya di hadapan para peserta.
Menurutnya, kegiatan santunan ini tidak hanya dimaknai sebagai pemberian bantuan materi, tetapi juga sebagai upaya membangun empati dan mempererat ukhuwah, khususnya kepada penyandang tuna netra yang seringkali kurang mendapatkan perhatian.
Senada dengan itu, Wakil Ketua IKA UNAIR Sumenep, dr. Fardian Yedasukma, Sp.M., menekankan pentingnya keberlanjutan dalam memperjuangkan hak-hak difabel. Ia menilai kepedulian tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Saudara-saudara tuna netra memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, akses, dan kesempatan. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi mereka,” ujarnya.






