BeritaHeadline

Mudik Tanpa Biaya, Pemkab Sumenep Alokasikan Rp1,1 Miliar Demi Hangatnya Lebaran di Kampung Halaman

779
×

Mudik Tanpa Biaya, Pemkab Sumenep Alokasikan Rp1,1 Miliar Demi Hangatnya Lebaran di Kampung Halaman

Sebarkan artikel ini
Mudik Tanpa Biaya, Pemkab Sumenep Alokasikan Rp1,1 Miliar Demi Hangatnya Lebaran di Kampung Halaman
Pamflet jadwal mudik gratis di Sumenep.

Sumenep, locusjatim.com Lebaran 2026 menjadi momentum istimewa bagi perantau asal Sumenep. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali membuka akses mudik gratis dengan total anggaran Rp1,1 miliar dari APBD. Kebijakan ini bukan sekadar program tahunan, melainkan strategi sosial untuk memastikan ikatan keluarga tetap terjaga.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menekankan bahwa mudik gratis bukan hanya soal transportasi, tetapi tentang menghadirkan negara di tengah warganya.

“Program ini bukan sekadar memfasilitasi perjalanan pulang kampung, tetapi juga bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya warga Sumenep yang bekerja dan merantau di Jakarta,” ujar Bupati Fauzi, Rabu (04/03/2026).

Rute utama Jakarta–Sumenep dijadwalkan berangkat Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 05.30 WIB, dengan titik kumpul di Parkir Timur Selatan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Rombongan akan menempuh jalur darat sebelum akhirnya disambut di Pendopo Keraton Sumenep ikon sejarah yang menjadi simbol kepulangan sekaligus kebanggaan daerah.

Dari sisi teknis, Pelaksana Tugas Kepala Disperkimhub Sumenep, Acmad Zulkarnaen, memaparkan bahwa delapan armada bus disiapkan untuk jalur darat, masing-masing berkapasitas 45 kursi. Anggaran Rp260 juta digelontorkan untuk moda ini.

“Betul, 260 untuk transport darat dan 850 untuk sewa kapal. Bayar tiket. Jumlah pasti kuota peserta satu bus ada 45 kursi, kalikan saja jumlahnya,” jelasnya, Sabtu 28 Februari 2026.

Sementara itu, jalur laut diperuntukkan bagi perantau tujuan kepulauan dengan alokasi sekitar Rp860 juta. Empat kapal yang melayani rute tersebut adalah Dharma Kartika, Citra Dharma, DBS 3, serta Sabuk Nusantara.

Dzoel sapaan akrabnya menegaskan skema yang digunakan bukan menyewa kapal secara penuh, melainkan pembelian tiket penumpang oleh pemerintah daerah.

”Bukan sewa kapal, tapi sistemnya beli tiket. Tiket penumpang, Pemkab yang bayar ke pihak kapal,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *