Sampang, locusjatim.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan arah kebijakan perlindungan sosialnya. Lewat agenda Sapa Bansos di Kabupaten Sampang, Selasa (3/3/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa bantuan sosial harus dipahami sebagai strategi jangka panjang, bukan sekadar pembagian santunan.
Kunjungan tersebut menjadi ajang penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Bupati Sampang Slamet Junaidi bersama jajaran forkopimda dan OPD menyambut langsung rombongan gubernur, menandai sinergi yang selama ini dibangun dalam sektor kesejahteraan sosial.
Berbeda dari seremoni formal semata, agenda ini juga memberi ruang apresiasi bagi para pilar sosial di lapangan mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga relawan—yang selama ini menjadi ujung tombak penanganan masalah sosial di tingkat akar rumput.
Dalam paparannya, Slamet Junaidi mengungkapkan bahwa bantuan yang digelontorkan menyasar berbagai kelompok rentan. Tercatat ribuan lansia menerima PKH Plus, ratusan penyandang disabilitas memperoleh asistensi sosial, serta puluhan penerima manfaat mendapatkan dukungan melalui program KIP Jatim. Selain itu, terdapat pula Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp100 juta dan Bantuan Keuangan Desa (BKD) sebesar Rp19 juta.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok rentan dan mampu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarak Kabupaten Sampang,” ujarnya.
Khofifah menjelaskan, Sapa Bansos dirancang dengan dua misi utama. “Distribusi bansos dari Pemprov ini menjadi bantalan ekonomi sekaligus bantalan sosial bagi masyarakat Kabupaten Sampang,” katanya.
Menurutnya, dukungan bagi lansia dan penyandang disabilitas merupakan bagian dari penguatan perlindungan sosial, sedangkan program KIP Jatim diposisikan sebagai instrumen untuk menekan kemiskinan ekstrem dengan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga penerima.
Melalui pendekatan tersebut, Pemprov Jatim ingin memastikan bahwa bansos tak berhenti pada angka dan serapan anggaran, melainkan berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sampang secara bertahap dan berkelanjutan.
“Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat bantalan ekonomi dan sosial secara berkelanjutan,” pungkasnya.






