Banyuwangi, locusjatim.com – Transformasi wajah pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, kian nyata. Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, Selasa (3/3/2026), menegaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng tak sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari skema hilirisasi ekonomi berbasis nelayan.
Di lokasi yang tengah dibangun itu, Trenggono melihat langsung kesiapan fasilitas penunjang, mulai dari pabrik es portabel, musala, hingga area pengolahan hasil laut. Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, ia menyusuri kawasan yang digadang menjadi model kampung nelayan modern dengan sentuhan budaya lokal.
“Saya datang untuk melihat progres pembangunan Kampung Nelayan di Banyuwangi. Ini akan menjadi pusat hilirisasi langsung produk nelayan di sini,” kata Trenggono.
Berbeda dengan sejumlah kampung nelayan lain yang berfokus pada distribusi hasil tangkapan, KNMP Lateng dirancang dengan pendekatan tematik. Konsepnya memadukan pusat pendaratan ikan, unit pengolahan, hingga kawasan kuliner bahari dalam satu ekosistem terpadu.
“Istilahnya ini hilirisasi langsung. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini (KNMP) dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner. Model-model tematik ini bagus karena menggerakkan ekonomi di level bawah. Ada kombinasi antara produksi hasil perikanan dan kuliner,” kata Trenggono.
Secara visual, enam bangunan utama di kawasan tersebut mengusung arsitektur rumah adat Osing dengan ornamen batik Gajah Oling. Identitas lokal itu dipadukan dengan desain modern, menciptakan karakter khas yang diharapkan menjadi daya tarik baru wisata pesisir Banyuwangi.
“Ini bagus banget. Desainnya khas, kualitas pekerjaannya juga bagus,” ujarnya.
Selain fasilitas pengolahan dan kuliner, kawasan ini juga dilengkapi dermaga sandar perahu dan lokasi pendaratan ikan. Bahkan, pemerintah pusat memastikan akan menghadirkan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) guna mendukung operasional para nelayan.
“Sebentar lagi juga kita hadirkan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di sini,” kata Trenggono.
Tak hanya meninjau pembangunan, menteri juga menyerahkan bantuan serta berdialog langsung dengan nelayan setempat. Ia turut menjanjikan tambahan bantuan kapal guna memperkuat armada tangkap di kawasan tersebut.
Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Banyuwangi sebagai salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kawasan nelayan terpadu nasional. Menurutnya, kehadiran KNMP akan memperluas rantai nilai ekonomi nelayan, bukan sekadar meningkatkan volume tangkapan.
“Hadirnya KNMP ini akan memperkuat ekosistem nelayan di sekitar pesisir Plengsengan. Harapannya ini akan menjadi pusat ekonomi baru yang bisa mengerek pendapat nelayan,” kata Ipuk.
Ia menegaskan, pengelolaan kawasan kuliner tematik itu akan diawasi ketat oleh pemerintah daerah agar berjalan sesuai standar operasional.
Dengan konsep hilirisasi langsung dari laut ke meja makan, KNMP Lateng diproyeksikan bukan hanya memperkuat sektor perikanan, tetapi juga memperkaya destinasi kuliner bahari di Banyuwangi—kabupaten yang kian mengukuhkan diri sebagai salah satu magnet wisata pesisir di Jawa Timur.
“Semuanya harus berjalan sesuai SOP. Mulai kebersihan, kualitas makanan, tata kelola lingkungan tetap dalam pengawasan kami, sehingga tidak asal-asalan,” tambah Ipuk.






