Nasional

Dari Studio 7 TVRI, Rektor UIN KHAS Jember Gaungkan Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Integritas

809
×

Dari Studio 7 TVRI, Rektor UIN KHAS Jember Gaungkan Pendidikan Islam Berbasis Karakter dan Integritas

Sebarkan artikel ini

Jakarta, locusjatim.com Gagasan tentang masa depan pendidikan Islam kembali mengemuka di ruang publik nasional. Kali ini, Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Prof. Dr. H. Hepni, MM, C.PEM, dipercaya menjadi narasumber dalam program Kajian Islami yang diproduksi di Studio 7 TVRI Nasional, Jakarta, Jumat (27/02/2026).

Dalam sesi tapping yang dilakukan di studio tersebut, Prof. Hepni hadir berdampingan dengan Prof. Dr. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, Ketua Bidang Fatwa MUI. Program ini dijadwalkan tayang sesuai agenda siaran TVRI dan menjadi panggung strategis bagi akademisi untuk menyampaikan pandangan keislaman dalam konteks kebangsaan.

Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi keagamaan, tetapi juga ruang artikulasi gagasan besar tentang arah pendidikan Islam di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Prof. Hepni menegaskan bahwa pendidikan sejatinya memiliki misi luhur untuk memanusiakan manusia.

Menurutnya, pendidikan Islam tidak berhenti pada proses transfer pengetahuan semata. Lebih dari itu, ia harus menjadi sarana pembentukan karakter dan peradaban yang bermartabat. Konsep insan kamil disebutnya sebagai orientasi ideal—yakni manusia yang utuh secara spiritual, matang secara intelektual, dan peka secara sosial.

Ia juga menyoroti pentingnya melahirkan generasi berkarakter ulil albab dan ulin nuha, sosok yang tidak hanya cerdas secara rasional, tetapi juga mendalam dalam berpikir dan bijak dalam mengambil keputusan.

Tantangan era digital turut menjadi perhatian dalam perbincangan tersebut. Prof. Hepni menilai, laju teknologi yang begitu cepat tidak cukup diimbangi hanya dengan penguatan akademik dan penguasaan digitalisasi. Generasi muda, tegasnya, harus memiliki fondasi akhlak dan integritas yang kokoh.

“Di tengah derasnya arus digital, pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kebertahan dan kokoh secara moral dan spiritual,” ungkapnya.

Ia menambahkan, karakter al-amin—pribadi yang jujur, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab—menjadi fondasi penting dalam membangun generasi unggul yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Kehadiran Rektor UIN KHAS Jember dalam program nasional tersebut sekaligus mempertegas peran kampus keagamaan dalam diskursus publik. Diharapkan, pemikiran yang disampaikan dapat menjadi inspirasi sekaligus rujukan dalam merumuskan kebijakan dan praktik pendidikan Islam yang adaptif, tanpa kehilangan akar nilai dan moralitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *