BeritaHeadline

Pasar Murah Epik, Kolaborasi Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep Tekan Inflasi Selama Ramadhan

833
×

Pasar Murah Epik, Kolaborasi Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep Tekan Inflasi Selama Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui Pasar Murah Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota Mobile (EPIK), yang langsung
Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui Pasar Murah Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota Mobile (EPIK), yang langsung di Taman Potre Koneng. Foto: Rifki/locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.com Upaya menahan laju kenaikan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri mulai digencarkan di Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui Pasar Murah Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota Mobile (EPIK), yang langsung dipadati warga sejak dibuka pukul 08.00 WIB.

Program hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumenep ini menawarkan harga sembako lebih rendah hingga 25 persen dibanding harga pasar. Selisih harga tersebut menjadi magnet utama masyarakat untuk berburu kebutuhan pokok.

Beragam komoditas disediakan dalam kegiatan ini, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih hingga aneka sayur-mayur. Harga yang dipatok pun terpaut cukup signifikan dari harga pasaran.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan langkah konkret pengendalian inflasi, khususnya menghadapi momentum hari besar keagamaan.

“Jadi pasar murah hari ini menghadapi hari-hari besar utamanya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Provinsi Jawa Timur bersama TPID Kabupaten Sumenep berkolaborasi melakukan kegiatan pasar murah Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota Mobile. EPIK bersama Provinsi Jawa Timur untuk bisa mengendalikan inflasi yang ada di Sumenep,” katanya.

Menurutnya, harga yang ditawarkan rata-rata lebih rendah sekitar 20–25 persen. Ia mencontohkan harga telur ayam yang dijual Rp29.000 per kilogram, sementara di pasar berada di kisaran Rp32.000 hingga Rp33.000 per kilogram.

“Selisih dengan harga pasar, sekitar kurang lebihnya 20-25 persen. Jadi kayak telur di pasar harganya di 32 sampai 33, kita jual Rp29.000,” ujarnya.

Adapun rincian harga sejumlah komoditas antara lain Minyakita Rp15.700 per liter, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, beras premium Rp14.000 per kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, telur ayam Rp29.000 per kilogram, serta daging ayam Rp41.000 per kilogram.

Untuk menjamin ketersediaan pasokan, pemerintah menggandeng EPIK Provinsi Jawa Timur dan Bulog, khususnya dalam penyediaan beras SPHP dan minyak goreng. Dalam kegiatan tersebut disiapkan sekitar 3 ton beras dan 600 kemasan minyak goreng ukuran 2 liter.

Meski stok dinyatakan aman dan distribusi relatif lancar, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat agar tidak berbelanja secara berlebihan. Langkah ini penting untuk mencegah kelangkaan dan gejolak harga di pasaran.

Ke depan, TPID Sumenep juga berencana menggelar pasar murah serupa secara mandiri, sebagai strategi berkelanjutan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.

“Dan himbawan kami kepada masyarakat silakan membeli kebutuhan dengan sesuai kebutuhan yang diperlukan. Jangan membeli kebutuhan secara berlebih, biar tidak terjadi panik bayang di masyarakat karena terhadap stok-stok walaupun distribusi relatif aman,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *