Sumenep, locusjatim.com — Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di Rumah Dinas Bupati, Kamis (19/02/2026).
Forum tersebut dipimpin langsung Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai upaya memastikan situasi daerah tetap aman, tertib, dan terkendali selama bulan puasa.
Rakor ini sekaligus menjadi penguatan atas Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2026. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), stabilitas harga bahan pokok, pengawasan takjil, hingga kebersihan lingkungan.
Dalam arahannya, Bupati Fauzi menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak awal. Ia mengingatkan bahwa pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan potensi gangguan keamanan saat Ramadhan.
“Beberapa kriminalitas seperti pencurian, begal, tawuran dan balap liar ini cukup sering terjadi selama Bulan Ramadhan,” kata Fauzi.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan koordinasi serta kewaspadaan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman.
Pembahasan rakor juga menyentuh pengaturan aktivitas usaha selama Ramadhan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya penyesuaian operasional tempat hiburan malam serta jam buka warung makan.
“Selain itu juga terkait tempat hiburan malam dan jadwal buka warung makan di bulan ramadhan,” tegasnya.
Aspek kebersihan kota tak luput dari perhatian. Bupati menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang meninggalkan sampah usai kegiatan buka bersama di ruang publik, khususnya di kawasan pusat kota. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan langkah antisipatif.
“Di pusat kota ini kan cenderung jadi tempat atau lokasi untuk buka bersama dan seolah sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk meninggalkan sampahnya di sana, jadi bagaimana nanti DLH bisa mengantisipasi hal itu,” katanya.
Di sektor ekonomi, pengawasan pasar menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah akan melakukan operasi pasar secara berkala untuk menjaga ketersediaan serta kestabilan harga bahan pokok.
“Yang jelas terkait menjaga dan memastikan stok sembako, juga harga sembako tetap stabil harus ada operasi ke pasar,” ujar Fauzi.
Selain itu, penertiban permintaan sumbangan di perempatan jalan juga dibahas dalam rakor. Satpol PP diminta bertindak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Karena kan sudah ada aturannya bahwa tidak boleh di sana. Jadi bagaimana nanti Satpol PP ini agar bisa menindak hal tersebut,” imbuhnya.
Pengawasan keamanan pangan pun menjadi perhatian. Dinas Kesehatan diminta memastikan takjil yang diperjualbelikan maupun dibagikan gratis aman dikonsumsi masyarakat.
“Tolong kepada OPD terkait dalam hal ini Dinkes bisa memastikan bahwa takjil yang dijual atau dibagi secara gratis, tetap sehat dan steril sehingga tidak membahayakan orang yang menerima takjil,” katanya.
Menutup arahannya, Bupati Fauzi berharap seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi menjaga suasana Ramadhan tetap kondusif.
“Kita ingin Ramadhan di Sumenep berjalan aman, tertib, bersih, dan penuh kekhusyukan,” pungkasnya.






