BeritaHeadline

PBVSI Sumenep Mulai Era Baru, Fokus Cetak Atlet Lokal Agar Mampu Bersaing di Level Nasional

886
×

PBVSI Sumenep Mulai Era Baru, Fokus Cetak Atlet Lokal Agar Mampu Bersaing di Level Nasional

Sebarkan artikel ini
Pelantikan pengurus PBVSI Kabupaten Sumenep
Ketua Harian PBVSI Pengprov Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast saat memberikan pataka kepada ketua umum PBVSI Kabupaten Sumenep. Foto: Rifki/locusjatim.com.

Sumenep, locusjatim.com Pelantikan pengurus baru Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sumenep periode 2025–2029 menjadi momentum pembenahan arah pembinaan olahraga voli di daerah. Kepengurusan yang baru dilantik di Pendopo Keraton Sumenep, Jumat (13/02/2026), langsung menegaskan komitmen memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini sebagai fondasi prestasi jangka panjang.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan perkembangan olahraga voli sekaligus memaksimalkan potensi atlet lokal yang selama ini dinilai besar, namun belum sepenuhnya tergarap optimal.

Ketua Harian PBVSI Pengprov Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mewakili Ketua Umum Pengprov PBVSI Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan bahwa olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, pembinaan bola voli memiliki dampak luas terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat, sekaligus menjadi ruang positif bagi anak muda agar terhindar dari pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba.

Ia menekankan pentingnya sistem pembinaan yang terencana dan berkelanjutan, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Atlet, pelatih, wasit, hingga ketersediaan sarana prasarana disebut harus berjalan selaras dalam satu sistem pembinaan.

“Untuk mewujudkan prestasi diperlukan adanya komitmen dan kebersamaan yang kuat untuk membina atlet-atlet bola voli sedini mungkin, secara terprogram, terpadu dan bersinergi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menilai pelantikan pengurus baru menjadi kesempatan memperbaiki koordinasi internal organisasi agar potensi atlet daerah dapat berkembang maksimal.

“Potensi atlet voli Sumenep ini kan sebenarnya besar, tapi karena adanya miskomunikasi jadinya mungkin kurang terfasilitasi,” katanya usai pelantikan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan organisasi serta membangun komunikasi terbuka antar pengurus.

“Pengurus harus solid, tidak boleh berbicara di belakang punggung, kalau mau bicara di depan mata,” tegasnya.

Bupati berharap ke depan atlet asli Sumenep mampu menjadi pemain yang diminati klub luar daerah, bukan sebaliknya.

“Harapan kita itu, justru atlet Sumenep yang dikontrak keluar. Harapannya dari kita itu lah yang diundang, bukan kita yang mengundang,” ujarnya.

Menjawab harapan tersebut, Ketua Umum PBVSI Sumenep Syamsul Muarif menyampaikan bahwa pihaknya langsung menyiapkan program awal berupa seleksi terbuka atlet usia dini. Seleksi akan menyasar kelompok usia U-15, U-17, U-19, dan U-20 dengan kuota 15 hingga 20 atlet di tiap kategori.

Selain menjaring bibit potensial, seleksi ini juga menjadi langkah awal pembentukan database atlet voli Sumenep agar proses pemantauan dan pembinaan dapat dilakukan lebih sistematis.

Melalui sistem pembinaan yang lebih terstruktur, pengurus baru PBVSI Sumenep menargetkan peningkatan prestasi pada level provinsi hingga nasional selama masa kepengurusan 2025–2029.

“Dari hasil seleksi tersebut, PBVSI ingin memiliki database terkait kompetensi atlet voli di Sumenep, sehingga bisa lebih mudah melakukan pemantauan dan pembinaan,” tutupnya.(*)