Berita

Viral di Media, Kemensos Turun Tangan: Wakiah Pengais Rongsok di Sampang Dapat Atensi Awal

810
×

Viral di Media, Kemensos Turun Tangan: Wakiah Pengais Rongsok di Sampang Dapat Atensi Awal

Sebarkan artikel ini
Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharjo Surakarta
Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharjo Surakarta saat memberikan bantuan kepada warga sampang. Foto: Cak jum/locusjatim.com

Sampang, locusjatim.com Sorotan publik terhadap kondisi memprihatinkan seorang warga di Kelurahan Karang Dalem, Kecamatan Sampang, akhirnya berbuah respons cepat dari pemerintah pusat. Tim Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharjo Surakarta mendatangi langsung rumah Wakiah dan tiga keluarga kurang mampu lainnya di Jalan Rajawali, Kamis (12/2/2026).

Kedatangan tim dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharjo Surakarta itu tak lepas dari viralnya pemberitaan yang diangkat oleh Aliansi Wartawan Sampang (AWAS). Tim didampingi Camat Sampang, Lurah Karang Dalem, pendamping kesejahteraan sosial, serta unsur terkait lainnya untuk melakukan asesmen lapangan.

“Ya…mas, kami dari tim Kemensos Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharjo Surakarta, unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, datang ke ibuk Wakiah beserta tiga keluarga lainnya karena viralnya berita dari tim (AWAS) Aliansi Wartawan Sampang,” ungkap Ibu Sri Suarso saat di lokasi.

Dari hasil verifikasi, kondisi yang ditemukan jauh dari kata layak. Wakiah diketahui tinggal di bekas kandang sapi yang dipenuhi barang bekas. Perempuan yang sehari-hari mengais rezeki dari rongsokan itu bahkan tidur di antara tumpukan barang bekas.

“Kami menindaklanjuti tentang berita tentang Wakiah yang kehidupannya tidak mampu. Setelah kami turun langsung, keberadaan keempat keluarga ini terutama ibu Wakiah memang tidak mampu bahkan tempat tidurnya tidak layak ditempati karena tempat tinggalnya bekas kandang sapi yang kotor penuh dengan barang bekas,” ucapnya.

Tak hanya persoalan tempat tinggal, masalah administrasi kependudukan juga menjadi sorotan. Wakiah dan putranya, Ibrahim, belum memiliki identitas kependudukan yang lengkap. Anak tersebut juga tercatat putus sekolah sejak SMP.

“Yang sangat memprihatikan lagi Wakiah dan anaknya, Ibrahim, belum memiliki identitas kependudukan yang lengkap bahkan anaknya putus sekolah waktu masa SMP. Sementara untuk proses pengurusan dokumen di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) saat ini sedang berjalan,” ujarnya Ibu Sri.

Sebagai langkah awal, Kemensos memberikan bantuan atensi kepada dua penerima yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan kebersihan diri, nutrisi, serta kebutuhan dasar sehari-hari.

“Kami memberikan atensi kepada dua ibu yang memenuhi syarat administrasi. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan kebutuhan dasar,” ujarnya.

Kemensos juga meminta pemerintah daerah setempat agar aktif mengawal proses administrasi Wakiah hingga tuntas. “Kami mohon dukungan aparat setempat agar pendampingan terus dilakukan sampai identitas Ibu Wakiah dan anaknya selesai, sehingga ke depan dapat diusulkan menerima bantuan sesuai regulasi,” tambah Ibu Sri.

Terkait peluang bantuan lanjutan, pihaknya menegaskan tetap menunggu arahan pimpinan dan berpedoman pada ketentuan yang berlaku. “Untuk bantuan lainnya, kami menunggu arahan pimpinan dan tetap mengikuti persyaratan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Wakiah sendiri tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. “Alhamdulillah, saya senang dan berterima kasih atas bantuan ini,” ucapnya lirih.

Di lokasi yang sama, Ketua AWAS Cak Jum bersama Camat Sampang dan Lurah Karang Dalem mengapresiasi langkah cepat Kemensos yang turun langsung memberikan bantuan. Mereka berharap, pendampingan berkelanjutan dapat mengubah kondisi hidup Wakiah dan keluarganya menjadi lebih layak ke depan.