Berita

JMSI Jatim Hadiri Rangkaian HUT ke-6 JMSI, Bahas Isu Strategis Media di Tengah Disrupsi Digital

676
×

JMSI Jatim Hadiri Rangkaian HUT ke-6 JMSI, Bahas Isu Strategis Media di Tengah Disrupsi Digital

Sebarkan artikel ini
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Foto: Istimewa

Banten, locusjatim.com Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi nasional media siber. JMSI Jawa Timur turut ambil bagian dalam rangkaian agenda yang digelar di Serang, Banten, pada 7–9 Februari 2026.

Kehadiran JMSI Jatim tidak sekadar seremonial. Berbagai isu strategis masa depan media menjadi sorotan utama, mulai dari tantangan disrupsi digital, penguatan organisasi daerah, hingga upaya membangun kemandirian ekonomi perusahaan pers.

Ketua JMSI Jatim Syaiful Anam hadir langsung bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua Jay Wijayanto dan Ali Gonzales, mengikuti agenda pusat seperti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Seminar HAM, hingga Malam Anugerah JMSI. Sementara pengurus lainnya, seperti Wahyu Kuncoro, Rahmat Mashudi Prayoga, dan Buang Supeno, mengikuti rangkaian peringatan HPN 2026.

Dalam forum nasional tersebut, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menekankan bahwa dunia pers tengah menghadapi tekanan berat akibat derasnya arus digitalisasi, media sosial, keterbatasan pendanaan, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI).

“Meminjam istilah Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat, disrupsi media ibarat banjir besar yang menghantam kehidupan pers dan media,” ujar Teguh Santosa.

Ia menjelaskan, banjir tersebut membuat ekosistem media menjadi keruh dan tidak sehat. Namun, kondisi itu justru menjadi ujian penting bagi media profesional.

“Di tengah banjir yang besar itu, manusia akan tetap mencari air yang bersih untuk sumber kehidupan,” kata Teguh.

Menurutnya, hal yang sama berlaku dalam dunia jurnalistik. Publik pada akhirnya akan kembali mencari media yang menyajikan informasi berkualitas dan dapat dipercaya.

“Akan jenuh dan tidak percaya pada banjir media (medsos) yang tidak kredibel dan tanpa verifikasi kebenarannya,” ungkapnya.

Karena itu, JMSI mendorong media siber anggotanya agar tidak semata-mata mengejar trafik atau tunduk pada algoritma media sosial, melainkan konsisten membangun konten jurnalistik yang bermutu. Prinsip tersebut sejalan dengan slogan organisasi, “JMSI Bikin Terang Indonesia.”

Selain isu konten, forum HUT ke-6 JMSI juga membahas kemitraan strategis media siber dengan pemerintah serta penguatan kelembagaan di daerah. JMSI menekankan pentingnya kemandirian usaha media agar tetap berkelanjutan tanpa mengorbankan prinsip pers.

Salah satu opsi yang dibahas adalah pembentukan koperasi media. Gagasan ini sebelumnya telah disampaikan dalam pertemuan pengurus JMSI dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta Selatan pada 21 Januari 2026. Sejumlah JMSI daerah bahkan telah membentuk koperasi dan diharapkan mendapat pendampingan, seiring program Koperasi Desa Merah Putih yang tengah digalakkan pemerintah.

Di bidang hukum, JMSI juga menyuarakan perlunya perlindungan hukum yang tidak hanya mencakup wartawan, tetapi juga pemilik dan pengelola media. “Alhamdulillah usulan kami disambut baik Dewan Pers,” ujar Teguh Santosa.

Puncak peringatan HUT ke-6 JMSI dikemas dalam Malam Anugerah 6 Tahun JMSI yang berlangsung meriah pada Minggu malam, 8 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Haji Dahnil Ansar Simanjuntak, serta Wakil Menteri HAM Mugiyanto. Sejumlah tokoh nasional dan daerah menerima JMSI Award atas kontribusinya di berbagai bidang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *