Banyuwangi, locusjatim.com – Aktivitas perdagangan di Pasar Tiga Berlian, Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, mendadak terganggu setelah kebakaran melanda kawasan tersebut, Senin (9/2/2026) siang.
Insiden ini menghanguskan lima lapak yang sebagian difungsikan sekaligus sebagai tempat tinggal pedagang.
Meski kobaran api sempat membesar dan memicu kepanikan warga sekitar, respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api menjalar ke bangunan lain. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp80 juta.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi, Salam Bikwanto, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 11.50 WIB.
“Setelah menerima laporan, kami langsung mengerahkan 15 personel dan lima unit armada pemadam ke lokasi,” ujarnya.
Menurut Salam, lokasi pasar yang relatif dekat dengan kantor Damkarmat membuat petugas tiba hanya dalam hitungan menit. Namun saat tim tiba, kondisi api sudah cukup parah.
“Saat petugas datang, api sudah membesar dan membumbung tinggi,” katanya.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menjinakkan si jago merah. Berdasarkan keterangan di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar karena sebagian pemilik kios sedang tidak berada di tempat.
“Saat kejadian, sebagian pemilik kios sedang bekerja dan ada yang keluar. Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar,” jelas Salam.
Pendataan sementara mencatat sejumlah barang berharga ikut terbakar, mulai dari peralatan elektronik rumah tangga seperti televisi dan kulkas, hingga dua unit sepeda motor.
“Beberapa kios memang digunakan sekaligus sebagai tempat tinggal dan berjualan,” tambahnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh kepolisian. Petugas juga masih melakukan olah TKP untuk memastikan sumber api.
Di sisi lain, kebakaran ini menyisakan duka bagi para pedagang. Saiful Rohman, salah satu pemilik kios, mengaku kaget saat mendapat kabar lapaknya dilalap api. Saat kejadian, ia sedang berjualan keliling di wilayah Rogojampi.
“Saya dikabari kalau tempat tinggal saya terbakar. Saya langsung pulang untuk mengecek,” ujar Saiful.
Pria asal Jombang itu mengatakan, televisi dan sepeda motornya tidak terselamatkan. Selama ini, kios tersebut menjadi tempat tinggal sementara bersama istrinya setelah bekerja seharian.
Akibat kejadian ini, Saiful mengaku kebingungan mencari tempat tinggal sementara sembari menunggu kondisi kembali normal dan proses penanganan pascakebakaran selesai.
“Televisi dan sepeda motor saya ikut hangus,” katanya. (*)












