BeritaHeadline

Reses Jadi Aksi Nyata, Said Abdullah Dorong UMKM dan Perkuat Peran Musala di Pangarangan

1233
×

Reses Jadi Aksi Nyata, Said Abdullah Dorong UMKM dan Perkuat Peran Musala di Pangarangan

Sebarkan artikel ini
Reses Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MH Said Abdullah
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MH Said Abdullah beri bantuan saat reses. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Kehadiran Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Sabtu (07/02/2026), menjadi momentum reses yang diisi dengan langkah-langkah nyata. Dirinya memadukan agenda penyerapan aspirasi dengan pemberian bantuan langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sektor usaha kecil menjadi salah satu perhatian utama. Melalui bantuan modal usaha yang disalurkan kepada pelaku UMKM, Said berharap roda perekonomian warga dapat terus berputar meski situasi ekonomi belum sepenuhnya stabil. Bantuan tersebut diproyeksikan sebagai penguat usaha agar mampu bertahan dan berkembang.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga usaha yang dijalankan dapat terus berkembang sesuai harapan,” ucapnya di sela-sela pertemuan dengan masyarakat.

Sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said mengaku memahami betul tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini. Ia menilai pemulihan ekonomi masih berjalan bertahap, sementara kebutuhan hidup terus menuntut pemenuhan. Meski demikian, ia mengajak warga untuk tidak kehilangan harapan.

“Saya merasakan betul kondisi ekonomi masyarakat hari ini. Tapi mudah-mudahan ke depan kondisi ekonomi kita akan segera pulih dan membaik,” katanya.

Tak berhenti pada aspek ekonomi, dalam kesempatan yang sama, ia juga menyerahkan bantuan kepada pengurus musala di Desa Pangarangan. Menurutnya, keberadaan pengurus tempat ibadah memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat, meskipun sering kali luput dari sorotan.

Dirinya bahkan membagikan bantuan sembako kepada warga yang hadir. Langkah itu, disebut menjadi salah satu bentuk kepedulian langsung wakil rakyat kepada masyarakat yang masih berjuang menghadapi ketidakpastian ekonomi.

“Pengurus musala ini sering kali bekerja dalam senyap. Jarang ada yang benar-benar mengurus atau memperhatikan mereka,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *