BeritaHeadline

Tak Hanya Bersihkan Puing, MWC NU Bluto dan Banser Salurkan Bantuan untuk Korban Pohon Tumbang

650
×

Tak Hanya Bersihkan Puing, MWC NU Bluto dan Banser Salurkan Bantuan untuk Korban Pohon Tumbang

Sebarkan artikel ini
MWC NU Bluto dan Banser Salurkan Bantuan untuk Korban Pohon Tumbang
MWC NU Bluto dan Banser saat Salurkan Bantuan untuk Korban Pohon Tumbang. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Semangat gotong royong kembali ditunjukkan keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Bluto. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Bluto bersama Banser dan warga bahu-membahu membersihkan puing rumah akibat pohon tumbang di Dusun Muncar, Desa Pakandangan Tengah, Selasa (3/3/2026).

Tak sekadar kerja bakti, bantuan kemanusiaan juga disalurkan untuk meringankan beban warga terdampak.

Peristiwa pohon tumbang tersebut terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan deras disertai angin kencang merobohkan pohon polai (pule) berdiameter sekitar tujuh meter dengan tinggi kurang lebih 25 meter. Akibatnya, dua rumah warga mengalami kerusakan parah, bahkan sejumlah harta benda ikut tertimpa.

Kegiatan kemanusiaan ini dihadiri Ketua PCNU Sumenep KH. Md. Widadi Rahim, Ketua MWC NU Bluto K. Warri, Sekretaris MWC NU Bluto Moh. Ilyas, Kasatkocab Banser Sumenep Samsiyadi, Kasatkoryon Banser Bluto Suaidi, jajaran Banser, BMT NU Bluto, serta masyarakat setempat.

Selain membersihkan material pohon dan puing bangunan, MWC NU Bluto menyalurkan paket sembako kepada warga terdampak. Dukungan juga datang dari Banser Bluto yang memberikan bantuan material berupa 20 sak semen guna membantu perbaikan rumah. Sementara itu, BMT NU Bluto turut menyalurkan bantuan uang tunai.

Ketua MWC NU Bluto, K. Warri, menegaskan bahwa penanganan cepat menjadi kebutuhan utama pascakejadian tersebut.

Ia mengungkapkan, selain dua rumah rusak berat, musibah ini juga berdampak pada harta benda warga, termasuk satu unit mobil Xpander dan lima kendaraan roda dua yang ikut tertimpa.

“Hal yang paling urgen adalah evakuasi pohon tumbang agar segera dituntaskan karena menghambat akses jalan dan aktivitas warga. Kami juga berharap pemerintah kabupaten menertibkan pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang agar masyarakat tidak terus diliputi rasa trauma,” ujarnya.

Selain itu, perhatian terhadap kondisi korban juga menjadi fokus utama. Pada kesempatan yang sama Sekretaris MWC NU Bluto, Moh. Ilyas, menyampaikan bahwa aspek kesehatan korban pascakejadian terus dipantau.

“Hal urgen lainnya adalah memastikan layanan medis bagi satu korban luka berat yang telah dirujuk ke RSUD Pamekasan berjalan maksimal. Hingga saat ini korban belum sadarkan diri, sehingga pendampingan medis terus kami pantau,” ungkapnya.

Perlu diketahui, proses evakuasi di lapangan berjalan cukup lambat karena keterbatasan alat pemotong kayu. Meski demikian, berkat sinergi MWC NU, Banser, dan warga, pembersihan pohon tumbang serta puing bangunan tetap berlangsung secara bertahap.

Hingga Selasa sore, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali, meskipun cuaca masih diselimuti gerimis dan angin. Solidaritas dan kebersamaan warga menjadi kekuatan utama dalam upaya pemulihan pascabencana tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *