BeritaHeadline

Dari Siwalan ke Gelas: Es Ta’al Tanggulih Kedai Longgu Jadi Pelepas Dahaga Favorit di Batang-Batang

802
×

Dari Siwalan ke Gelas: Es Ta’al Tanggulih Kedai Longgu Jadi Pelepas Dahaga Favorit di Batang-Batang

Sebarkan artikel ini
Es ta'al tangguli Sumenep
Es ta'al tangguli. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Terik matahari di kawasan pesisir Sumenep seolah menemukan penawarnya di sebuah kedai sederhana di Desa Banuaju Timur, Kecamatan Batang-Batang. Kedai Longgu, yang dikenal dengan sajian khas berbahan siwalan, menghadirkan Es Ta’al Tanggulih sebagai menu andalan yang kian digemari berbagai kalangan.

Berbeda dengan es kekinian, Es Ta’al Tanggulih mengandalkan kesegaran bahan alami. Buah ta’al atau siwalan dipotong kecil, kemudian dipadukan dengan tanggulih—nira siwalan yang dimasak setengah matang—lalu disempurnakan dengan santan murni dan es batu. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa manis alami yang ringan, tidak menyengat, namun meninggalkan kesan khas di lidah.

Di Kedai Longgu, segelas Es Ta’al Tanggulih dibanderol Rp10.000. Harga yang terjangkau itu membuat minuman ini tak hanya diminati warga sekitar, tetapi juga pengendara atau wisatawan yang sengaja singgah untuk mencicipi keunikannya. Tak sedikit pengunjung rela mengantri cukup lama demi menikmati minuman tradisional tersebut.

Salah satunya Minarti, warga Sumenep, yang mengaku hampir selalu memesan Es Ta’al Tanggulih setiap kali datang ke Kedai Longgu. Menurutnya, cita rasa manis alami dari gula merah dan kesegaran buah siwalan memberikan sensasi berbeda dibandingkan minuman es lainnya.

“Saya suka karena rasanya manisnya alami, bukan dari sirup. Buah ta’alnya juga kenyal dan segar. Dengan harga sepuluh ribu, sudah pas buat diminum siang-siang,” katanya, Sabtu (10/01/2026).

Selain menyegarkan, Minarti menyebut Es Ta’al Tanggulih membawa kenangan pada minuman tradisional yang dulu mudah ditemui di desa-desa. Bahkan, ia mengaku tak keberatan menunggu lebih dari satu jam demi menikmati menu favorit tersebut.

Tak hanya mengandalkan Es Ta’al Tanggulih, Kedai Longgu juga menyediakan beragam camilan dan minuman lain seperti tahu walik, pentol gepek, rujak sisil, hingga es jeruk. Meski demikian, menu berbahan siwalan tetap menjadi primadona karena cita rasanya yang sulit ditemukan di tempat lain.

Bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintasi wilayah Batang-Batang dan sekitarnya, Kedai Longgu layak dijadikan tempat singgah. Selain ramah di kantong, kedai ini menawarkan pengalaman menikmati minuman khas daerah yang merepresentasikan kekayaan rasa lokal Sumenep.

Jika berkesempatan berkunjung, mencicipi Es Ta’al Tanggulih bisa menjadi pilihan tepat untuk melepas dahaga sekaligus mengenal lebih dekat kuliner tradisional Madura. Siapa tahu, minuman sederhana ini justru menjadi favorit baru Anda.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *