Berita

Becak Listrik Lansia Banyuwangi Bersiap Masuk Era Digital, Dishub Tata dari Data hingga Pangkalan

828
×

Becak Listrik Lansia Banyuwangi Bersiap Masuk Era Digital, Dishub Tata dari Data hingga Pangkalan

Sebarkan artikel ini
becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Banyuwangi
Bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Banyuwangi. Foto: Istimewa

Banyuwangi, locusjatim.com Bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Banyuwangi mulai diarahkan melampaui fungsi transportasi ramah lingkungan. Pemerintah daerah kini menyiapkan fondasi transformasi digital agar moda tradisional ini mampu beradaptasi dengan sistem layanan modern berbasis aplikasi.

Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi mengambil peran sentral dalam penataan tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah membangun sistem pendataan terintegrasi bagi para pengemudi becak listrik yang mayoritas merupakan lansia. Pendataan ini digarap bersama Gerakan Solidaritas Nusantara (GSN) selaku penyalur bantuan.

Kepala Dishub Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja, menilai basis data menjadi elemen krusial sebelum becak listrik masuk ke skema layanan daring.

“Basis data ini penting karena akan menjadi fondasi pembinaan, termasuk jika nanti dikembangkan ke sistem online,” kata Komang, Senin (26/1/2026).

Tidak hanya soal data, Dishub juga mendorong pembentukan paguyuban resmi pengemudi becak listrik. Keberadaan wadah ini diharapkan memudahkan pembinaan, komunikasi, sekaligus menjadi forum awal jika nantinya dilakukan integrasi dengan aplikasi pemesanan penumpang.

Di sisi lain, penataan spasial turut menjadi perhatian. Dishub mulai memetakan titik-titik mangkal becak listrik yang sekaligus dirancang sebagai lokasi pengisian daya baterai. Salah satu area yang telah masuk pendataan berada di kawasan Pasar Rogojampi.

Untuk mendukung kebutuhan infrastruktur, Dishub membuka koordinasi lintas OPD. Salah satunya dengan Dinas Koperasi agar fasilitas koperasi dapat difungsikan sebagai stasiun pengisian daya bagi becak listrik.

Konsep pangkalan ini direncanakan tidak berhenti di pusat keramaian saja. Dishub menargetkan penyebaran hingga tingkat kecamatan, termasuk kawasan strategis seperti stasiun dan fasilitas publik milik pemerintah daerah.

“Kalau sudah tertata, lebih mudah nanti kalau masuk sistem aplikasi. Driver jelas, pangkalan jelas, charging juga jelas,” ujar Komang.

Terkait peluang masuk ke platform online, Dishub membuka opsi kerja sama dengan operator layanan daring. Namun, penyesuaian tarif menjadi pekerjaan rumah tersendiri, mengingat karakter becak listrik berbeda dengan moda transportasi online lainnya serta mempertimbangkan kondisi pengemudi lansia.

“Tarif online biasanya berbasis jarak. Ini perlu kesepakatan bersama paguyuban agar tidak memberatkan pengemudi,” jelasnya.

Sebagai bagian dari persiapan menyeluruh, Dishub juga menggandeng Satlantas Polresta Banyuwangi guna memastikan aspek keselamatan dan kepatuhan regulasi. Penataan dilakukan secara bertahap agar operasional becak listrik tetap aman dan layak sebagai angkutan penumpang.

“Keselamatan tetap prioritas. Semua tahapan akan kami siapkan bertahap,” pungkas Komang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *