BeritaHeadline

Efek Domino Avtur di Bandara Jember: Kursi Pesawat Bertambah, Tiket Makin Bersahabat

861
×

Efek Domino Avtur di Bandara Jember: Kursi Pesawat Bertambah, Tiket Makin Bersahabat

Sebarkan artikel ini
Bandara Notohadinegoro Jember
Bandara Notohadinegoro Jember. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com Aktivasi layanan avtur di Bandara Notohadinegoro Jember mulai menunjukkan dampak nyata bagi transportasi udara di kawasan Tapal Kuda. Tidak hanya mempermudah operasional maskapai, fasilitas ini memicu perubahan signifikan pada kapasitas penerbangan sekaligus menekan harga tiket yang selama ini dikeluhkan mahal.

Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, sebelum pengisian bahan bakar pesawat bisa dilakukan di Jember, maskapai harus mengatur strategi terbang dengan keterbatasan teknis. Salah satunya dengan mengurangi jumlah penumpang sejak keberangkatan dari bandara asal.

“Kemarin belum bisa mengisi bahan bakar di Jember, sehingga dari Jakarta maksimal hanya bisa mengangkut 50 penumpang. Sekarang, setelah ada pengisian avtur di sini, pesawat bisa optimal membawa 72 penumpang,” ujar Fawait.

Dengan bertambahnya kursi terisi, struktur biaya penerbangan ikut berubah. Efeknya, harga tiket rute Jember–Jakarta yang sebelumnya berada di level tinggi kini terkoreksi cukup tajam.

“Sekarang harganya mulai Rp1,4 juta sampai Rp1,5 juta. Tentu ini jauh lebih terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Fawait, penurunan harga ini menjadi sinyal positif bagi peningkatan mobilitas warga, termasuk pelaku usaha dan sektor jasa. Pemerintah daerah pun masih membuka ruang komunikasi dengan maskapai untuk rute lainnya agar manfaat serupa bisa diperluas.

“Saat ini tiket Jember–Bali berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 juta. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih turun lagi,” ujarnya.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menilai kehadiran layanan avtur di Bandara Notohadinegoro bukan sekadar urusan suplai energi, melainkan bagian dari dukungan terhadap akselerasi ekonomi daerah. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Jatim Bali, Iwan Yudha Wibawa, menyebut Jember sebagai wilayah dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.

“Kami melihat Kabupaten Jember memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, Pertamina menghadirkan layanan avtur guna mendukung program pemerintah dan mendorong konektivitas wilayah,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *