Sumenep, locusjatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai melakukan penyegaran di jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Sebanyak sembilan pejabat tinggi pratama resmi dimutasi dan menempati posisi baru dalam sebuah prosesi di Pendopo Keraton Sumenep, Rabu (14/1/2026).
Langkah itu, menjadi salah satu upaya penataan birokrasi yang lebih terfokus pada sektor-sektor strategis. Pemerintah daerah menilai percepatan pembangunan tidak cukup hanya dengan program, tetapi juga membutuhkan figur pimpinan OPD yang tepat dan mampu bergerak cepat di lapangan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa pengisian jabatan kali ini dilakukan secara selektif. Tidak semua posisi dirombak sekaligus, melainkan diprioritaskan pada OPD yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar dan kebutuhan masyarakat.
“Hari ini kita lakukan promosinya bertahap, tidak seperti biasanya langsung 100 atau 150 orang. Kita fokuskan dulu pada OPD yang paling mendesak dan berkaitan langsung dengan pelayanan publik,” ujar Fauzi.
Dalam susunan baru tersebut, Ferdiansyah Tetra Jaya mendapat kepercayaan memimpin Badan Pendapatan Daerah. Sementara Agus Dwi Susanto dialihkan untuk mengomandoi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa setelah sebelumnya berada di sektor pendidikan.
Tongkat estafet kepemimpinan Dinas Pendidikan kini dipegang Moh Iksan. Pengalaman panjangnya di dunia birokrasi dan latar belakangnya di sektor pendidikan menjadi pertimbangan utama penempatan tersebut. Di sisi lain, Anwar Syahroni Yusuf ditugaskan memimpin Dinas Lingkungan Hidup, sedangkan Abd Rahman Riadi mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Sosial.
Rotasi juga dilakukan pada bidang ketenagakerjaan dan investasi. Mustangin kini memimpin Dinas Ketenagakerjaan, sementara Heru Santoso beralih ke DPMPTSP. Faruq Hanafi dipercaya menakhodai Disparbudporapar, dan Beny Irawan ditempatkan sebagai Kepala BPKAD.
Menurut Fauzi, penataan ini diarahkan untuk memperkuat kinerja OPD yang berpengaruh besar terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia serta penurunan angka pengangguran.
“Kita ini masih kejar tingkat pengangguran terbuka supaya bisa lebih rendah lagi, kembali ke angka 1,3. Karena kita pernah sampai di angka itu,” katanya.
Khusus sektor pendidikan, Fauzi menilai tantangan saat ini jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu. Karena itu, kepala dinas yang baru dituntut mampu meningkatkan kualitas layanan, tidak hanya menjaga capaian yang sudah ada.
“Dari sisi asesmennya memang mengarah ke sana dan beliau ini sudah lama di Dinas Pendidikan. Tapi hari ini tantangannya tidak sama dengan empat tahun yang lalu,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Sumenep memiliki instrumen evaluasi berupa survei kepuasan guru untuk memantau kinerja Dinas Pendidikan. Hasilnya dinilai cukup baik, namun belum menjadi alasan untuk berpuas diri.
“Bupati memiliki survei tingkat kepuasan guru. Secara akumulatif lebih banyak yang puas, tetapi sekarang tantangannya harus lebih baik dari kepala dinas sebelumnya,” tutupnya.












