Banyuwangi, locusjatim.com – Pergerakan ekonomi global ternyata tak menyurutkan laju ekspor Kabupaten Banyuwangi. Sepanjang 2025, nilai ekspor daerah yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini justru melesat hingga 232 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,9 triliun, menandai penguatan daya saing produk lokal di pasar internasional.
Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, nilai ekspor Banyuwangi tercatat sebesar 196 juta dolar AS atau setara Rp 3,3 triliun. Artinya, terjadi lonjakan sebesar 18,33 persen dalam kurun waktu satu tahun.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, mengungkapkan bahwa produk-produk asal Banyuwangi kini semakin diterima di berbagai negara.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, total ada 80 negara tujuan ekspor dari Banyuwangi. Pasarnya tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia,” kata Nanin, Rabu (14/1/2026).
Ragam komoditas yang menembus pasar global pun cukup luas. Tercatat ada 27 produk unggulan yang diekspor, mulai dari ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, aneka olahan rempah, hasil pertanian, produk kerajinan, hingga buah-buahan segar.
Menurut Nanin, kontribusi terbesar nilai ekspor masih berasal dari sektor perikanan, terutama produk ikan kaleng. Salah satu pemain utamanya adalah Pasifik Harvest, perusahaan pengolahan ikan yang beroperasi di kawasan Muncar.
“Pengirimannya berbasis kontrak dengan negara tujuan. Sekali kirim bisa puluhan ton. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 40 kontainer per hari,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen memperkuat fondasi ekspor daerah dengan mendorong ekosistem industri yang lebih terintegrasi, membuka jejaring pasar baru, serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
“Upaya ini sekaligus membuka peluang investasi bagi perusahaan besar maupun menengah untuk menanamkan modal di Banyuwangi, seiring dengan ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung, dan iklim usaha yang semakin kondusif,” terang Nanin. (*)












