BeritaHeadline

Tiket Rp1,5 Juta Tak Surutkan Minat, Penerbangan Jember–Jakarta Kembali Mengudara

950
×

Tiket Rp1,5 Juta Tak Surutkan Minat, Penerbangan Jember–Jakarta Kembali Mengudara

Sebarkan artikel ini
Penerbangan jember jakarta
Bandara Notohadinegoro Jember tampak depan. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com Konektivitas udara Kabupaten Jember kembali menggeliat. Setelah sempat vakum akibat kendala teknis di penghujung tahun, Bandara Notohadinegoro resmi kembali melayani penerbangan komersial rute Jember–Jakarta, Selasa (13/1/2025).

Meski harga tiket mencapai Rp1,5 juta, antusiasme penumpang dari Jember terbilang tinggi. Hal ini tercermin dari penerbangan perdana awal 2026 yang mencatatkan okupansi penuh, dengan seluruh 70 kursi terisi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, memastikan operasional penerbangan kini berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Jadwal penerbangan tetap, Selasa dan Kamis. Untuk jamnya, dari Halim (Jakarta) pukul 11.30 Wib, dan dari Jember pukul 14.15 Wib,” ujarnya saat konferensi pers di Bandara Notohadinegoro.

Menurut Gatot, tingginya minat penumpang dari Jember menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan layanan penerbangan di bandara tersebut. Namun, kondisi sebaliknya terlihat pada arus penumpang dari Jakarta ke Jember yang masih relatif rendah.

“Alhamdulillah, penumpang dari Jember 70 penumpang, atau 100 persen,” jelasnya.

Sementara itu, hanya 18 kursi yang terisi untuk penerbangan dari Jakarta menuju Jember. Kendati demikian, Dishub optimistis jumlah penumpang akan meningkat seiring stabilnya operasional dan kepercayaan publik.

Gatot juga mengungkapkan bahwa terhentinya penerbangan sebelumnya bukan tanpa sebab. Proses teknis dan penyesuaian bisnis menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Kembali mengudarnya penerbangan ini diharapkan mampu mendongkrak aktivitas ekonomi, mempercepat mobilitas masyarakat, serta memperkuat posisi Jember sebagai salah satu simpul transportasi penting di kawasan Tapal Kuda.

“Kami kan masih mempersiapkan semua, termasuk negosiasi dengan Pertamina Patra Niaga. Jadi perlu ada perhitungan bisnis dari mereka,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *