Jember, locusjatim.com – Komitmen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dalam membumikan nilai-nilai ekoteologi tidak berhenti pada tataran wacana. Melalui Lomba Kantor Berbasis Ekoteologi, kampus ini mendorong perubahan nyata dalam tata kelola ruang kerja yang lebih ramah lingkungan, sehat, dan berkelanjutan.
Penghargaan bagi para pemenang lomba diserahkan langsung oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., dalam rangkaian Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI Tahun 2026 sekaligus tasyakuran Gedung Baru Pascasarjana, Senin (12/1/2026), di Gedung Pascasarjana lantai 2.
Lomba ini menjadi bagian dari strategi institusional UIN KHAS Jember untuk menginternalisasikan kesadaran ekologis berbasis etika keagamaan ke dalam budaya organisasi. Ekoteologi tidak hanya dipahami sebagai konsep akademik, tetapi dihadirkan dalam praktik keseharian aparatur kampus.
Hasil penilaian dewan juri menetapkan sejumlah unit kerja sebagai pemenang dari empat kategori. Pada kategori Rektorat, Juara 1 diraih Ruang Subbagian Layanan Akademik dengan nilai 84. Kategori Fakultas dimenangkan Fakultas Syariah dengan skor 81. Perpustakaan keluar sebagai juara pada kategori UPT dengan nilai tertinggi, yakni 94, sementara kategori Lembaga diraih LP2M dengan skor 50.
Para perwakilan unit kerja pemenang maju ke depan menerima piagam dan piala secara langsung dari Rektor. Momen penyerahan penghargaan berlangsung khidmat dan menjadi penanda bahwa kepedulian lingkungan kini menjadi bagian dari prestasi institusional.
Penilaian lomba dilakukan pada 5–7 Januari 2026 dengan lima indikator utama, yakni kesesuaian tema ekoteologi (30 persen), kebersihan, kerapihan, dan kesehatan lingkungan (20 persen), efisiensi serta keberlanjutan (20 persen), kelengkapan atribut ruang pimpinan (15 persen), serta inovasi dan nilai tambah (15 persen).
Rektor UIN KHAS Jember menyampaikan apresiasi kepada seluruh unit kerja yang terlibat, baik yang meraih juara maupun yang belum. Ia menegaskan bahwa lomba ini tidak dimaksudkan untuk membandingkan semata capaian angka, melainkan sebagai media pembelajaran kolektif.
“Keberhasilan lomba ini tidak diukur semata dari perolehan skor, tetapi dari perubahan sikap dan budaya kerja yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui Lomba Kantor Berbasis Ekoteologi, UIN KHAS Jember kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang responsif terhadap isu lingkungan. Praktik kerja hijau, sehat, dan berkelanjutan diharapkan terus tumbuh, tidak hanya sebagai program lomba, tetapi sebagai etos bersama dalam mengelola amanah pendidikan bagi generasi mendatang.
Bagi unit kerja yang belum meraih penghargaan, lomba ini justru menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen. Menyemai nilai-nilai ekoteologi dalam keseharian kerja dipahami sebagai proses jangka panjang yang menuntut konsistensi, keteladanan, dan kesadaran bersama.(*)












