Sumenep, locusjatim.com – Gerakan Pramuka di Kabupaten Sumenep terus menunjukkan wajah inklusif dan progresif. Tidak hanya terpusat di sekolah formal, pembinaan prestasi kepramukaan kini semakin kuat tumbuh di lingkungan pesantren. Hal ini tercermin dari pengukuhan 119 Pramuka Garuda oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumenep. Jumat (9/1/2026).
Pengukuhan dilaksanakan di dua pondok pesantren ternama, yakni Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Kecamatan Bluto, serta Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Pemilihan dua lokasi tersebut menegaskan bahwa pembinaan Pramuka berprestasi di Sumenep dilakukan secara merata, menjangkau berbagai wilayah dan latar belakang pendidikan.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, memimpin langsung prosesi pengukuhan yang juga dihadiri jajaran pimpinan Kwarcab, di antaranya Ketua Harian Zamzami Sabiq Hamid, Wakil Ketua Binamuda Jonsi, Wakil Ketua Keusarpras Carto, Sekretaris Pusdiklatcab Rusfandi, serta para pembina gugusdepan se-Kabupaten Sumenep.
Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bahwa capaian Pramuka Garuda merupakan puncak dari proses panjang pembinaan kepramukaan. Karena itu, para Pramuka Garuda diharapkan mampu melampaui prestasi personal dan tampil sebagai figur teladan di lingkungannya masing-masing.
“Pramuka Garuda bukan sekadar simbol atau tanda kecakapan, tetapi cerminan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Kami berharap adik-adik Pramuka Garuda mampu memberi dampak positif dan inspiratif bagi lingkungannya,” tegas Wahyu.
Ia menambahkan, nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka harus benar-benar hidup dalam keseharian Pramuka Garuda, sehingga kehadirannya dirasakan manfaatnya oleh keluarga, lembaga pendidikan, hingga masyarakat luas.
Pramuka Garuda sendiri merupakan peserta didik yang telah memenuhi syarat kecakapan umum, kecakapan khusus, serta menunjukkan prestasi, keteladanan, dan pengabdian nyata. Mereka diposisikan sebagai role model dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega, sekaligus indikator keberhasilan sistem pendidikan kepramukaan.
Ke depan, Kwarcab Pramuka Sumenep menargetkan peningkatan jumlah Pramuka Garuda. Target tersebut sejalan dengan kebijakan Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, yang mendorong minimal 5 persen dari total anggota aktif di setiap kwartir mencapai tingkatan Garuda.
Sementara itu, Wakil Ketua Binamuda Kwarcab Sumenep, Jonsi, menegaskan bahwa proses pembinaan menuju Pramuka Garuda akan terus berlanjut dan tidak berhenti pada pengukuhan kali ini.
“Kami berharap para Kamabigus dan pembina di gugusdepan semakin aktif mensupport dan memfasilitasi peserta didiknya untuk menempuh Pramuka Garuda. Ini bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi juga tentang kualitas pembinaan di gugusdepan,” ujarnya.
Menurut Jonsi, sinergi antara pembina, satuan pendidikan, dan lingkungan menjadi kunci agar peserta didik mampu memenuhi standar Pramuka Garuda secara utuh, baik dari sisi keterampilan, sikap, maupun pengabdian sosial.
Dengan dikukuhkannya 119 Pramuka Garuda dari berbagai gugusdepan dan pesantren, Kwarcab Pramuka Sumenep optimistis mampu terus melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat, tangguh, serta siap berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(*)












