BeritaHeadline

Mahasiswa UNEJ Dorong Ekonomi Sirkular Kopi di Desa Penyangga Hutan Sanenrejo

963
×

Mahasiswa UNEJ Dorong Ekonomi Sirkular Kopi di Desa Penyangga Hutan Sanenrejo

Sebarkan artikel ini
kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Kedokteran Universitas Jember di Desa Sanenrejo
kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Kedokteran Universitas Jember di Desa Sanenrejo. Foto: Istimewa

Jember,locusjatim.com Peran mahasiswa sebagai agen perubahan kembali ditunjukkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Kedokteran Universitas Jember di Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember.

Kegiatan tersebut, mengusung pengembangan ekonomi sirkular berbasis konservasi lingkungan dengan fokus utama pada optimalisasi potensi kopi rakyat di wilayah penyangga hutan.

Desa Sanenrejo dikenal sebagai salah satu sentra kopi rakyat di Kabupaten Jember. Namun, selama ini hasil panen kopi mayoritas dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diterima petani masih terbatas. Melalui program itu, mahasiswa hadir mendampingi masyarakat agar mampu mengelola kopi secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pascapanen hingga pemasaran produk.

Pendampingan dilakukan secara bertahap, diawali dengan edukasi penanganan pascapanen, sortasi biji kopi, fermentasi, hingga proses roasting. Mahasiswa menjelaskan pentingnya fermentasi dalam membentuk karakter rasa dan aroma kopi, sekaligus mengenalkan metode fermentasi sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh petani dengan mempertimbangkan waktu, kondisi lingkungan, dan kualitas biji kopi.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan pelatihan roasting kopi, termasuk pengaturan suhu, tingkat kematangan sangrai, serta dampaknya terhadap cita rasa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut memfasilitasi alat fermentor dan mesin roasting baru yang sebelumnya belum dimiliki warga. Masyarakat juga dibekali pengetahuan penggunaan dan perawatan alat agar proses pengolahan dapat berlangsung berkelanjutan.

Tidak hanya berhenti pada aspek produksi, kegiatan ini juga menyentuh penguatan nilai ekonomi melalui pelatihan dasar branding. Masyarakat diajarkan membangun identitas produk kopi dan kopi herbal, mulai dari penentuan nama, desain kemasan sederhana, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Di sisi lain, konsep ekonomi sirkular diwujudkan melalui edukasi pengolahan limbah organik, khususnya limbah kopi dan limbah rumah tangga, menjadi kompos pot. Praktik dilakukan secara langsung, mulai dari pemilahan bahan, pencacahan, proses dekomposisi, hingga pencetakan kompos. Masyarakat juga difasilitasi alat pencetak kompos pot agar pengolahan limbah dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian warga dalam mengelola potensi kopi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan kawasan penyangga hutan.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember Ahmad Nafi’ STP MP menegaskan, bahwa program tersebut merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam pembangunan desa berbasis keberlanjutan.

“Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun cara pandang masyarakat bahwa pengolahan kopi dan limbahnya adalah satu kesatuan sistem ekonomi sirkular yang saling mendukung,” ujarnya, Minggu (28/12/2025).

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah produk kopi lokal sekaligus menjaga harmoni antara kepentingan ekonomi dan ekologi.

Program pemberdayaan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi penguatan ekonomi masyarakat Desa Sanenrejo, optimalisasi potensi kopi lokal, serta menjadi contoh sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Dengan pendampingan dan fasilitasi alat yang diberikan, kami berharap masyarakat Sanenrejo dapat mengembangkan produk kopi yang berdaya saing serta tetap menjaga kelestarian lingkungan hutan di sekitarnya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *