Berita

Kekeringan Kepung 14 Kecamatan, Bupati Sampang dan Warga Berdoa Hujan Segera Turun

365
×

Kekeringan Kepung 14 Kecamatan, Bupati Sampang dan Warga Berdoa Hujan Segera Turun

Share this article
pemerintah daerah bersama ulama dan masyarakat memanjatkan doa agar hujan
pemerintah daerah bersama ulama dan masyarakat memanjatkan doa agar hujan. Foti: Istimewa

Sampang, locusjatim.com – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, membuat pemerintah daerah bersama ulama dan masyarakat memanjatkan doa agar hujan segera turun. Ikhtiar tersebut dilakukan melalui pelaksanaan Sholat Istisqa di Lapangan Alun-Alun Trunojoyo Sampang, Jumat (23/10/2026) pagi.

Sholat Istisqa diikuti Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati H. Ahmad Mahfudz, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta aparatur sipil negara (ASN).

Pelaksanaan ibadah tersebut menjadi bentuk ikhtiar keagamaan di tengah kondisi kekeringan berkepanjangan yang berdampak pada sejumlah wilayah di 14 kecamatan. Mengeringnya sumber air membuat masyarakat menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Kondisi serupa juga berdampak terhadap ketersediaan air bagi hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan.

Sholat Istisqa merupakan ibadah sunnah muakkadah yang dilaksanakan umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT agar menurunkan hujan, khususnya ketika suatu daerah mengalami kekeringan.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Sampang bersama unsur Forkopimda dan tokoh agama menunjukkan keterlibatan pemerintah daerah dalam ikhtiar bersama menghadapi kondisi tersebut melalui pendekatan spiritual.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, KH. Bukhori Ma’sum menyampaikan rasa syukur atas keikutsertaan jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, dan tokoh masyarakat dalam pelaksanaan Sholat Istisqa.

”Syukur alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Sampang bersama keluarga Pemda serta dari Forkopimda dan tokoh masyarakat ikut serta salat Istisqa.

KH. Ma’sum berharap, hujan segera turun. Tentunya hujan yang membawa berkah dan manfaat bagi umat, berbuah rezeki yang menjadikan tanaman dan hewan ternak tumbuh tanpa kekurangan air karena memang air adalah sumber kehidupan,” ucap KH. Ma’sum dalam sambutannya, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, hujan yang diharapkan bukan sekadar mengakhiri kekeringan, tetapi juga membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat, pertanian, dan peternakan yang membutuhkan pasokan air memadai.

Ia juga mengajak jamaah untuk terus memanjatkan doa, bersyukur atas keadaan yang dihadapi, serta menyadari bahwa manusia memiliki kewajiban untuk berusaha, sementara hasil akhirnya berada dalam ketentuan Allah SWT.

”Mudah-mudahan doa kita dikabulkan oleh Allah dan tidak lama lah hujan bisa turun dan membawa berkah bagi kita semua. Kita berdoa kepada Allah. Hakikatnya kita di dunia ini hidup dari takdirnya Allah. Artinya kita juga tetap harus mensyukuri apa yang terjadi saat ini tetapi Allah selalu memberikan petunjuk kepada kita untuk selalu memohon ketika kita membutuhkan apapun. Jadi minta apapun Allah akan memberi. Dan manusia sesuai garisnya memiliki hak dan kemampuan untuk berusaha, namun hasilnya itu hanya takdir Allah,” tambahnya.

Dalam khutbahnya, KH. Bukhori Ma’sum turut menganjurkan jamaah memperbanyak istighfar atau memohon ampun kepada Allah SWT. Jamaah juga diingatkan untuk tetap bersyukur atas nikmat yang masih dimiliki, meskipun tengah menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

Melalui Sholat Istisqa tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat berharap hujan segera turun sehingga sumber-sumber air kembali terisi dan kebutuhan warga dapat terpenuhi. Doa bersama itu sekaligus menjadi pengingat bahwa ikhtiar spiritual perlu berjalan beriringan dengan langkah nyata penanganan kekeringan, terutama untuk memastikan masyarakat di wilayah terdampak tetap mendapatkan akses air bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *