Berita

Di Tengah Lonjakan Permintaan Pertalite, Pertamina Awasi Pembelian BBM Pakai Botol

242
×

Di Tengah Lonjakan Permintaan Pertalite, Pertamina Awasi Pembelian BBM Pakai Botol

Share this article
BBM Subsidi
Salah satu SPBU di Kabupaten Jember. Foto: locusjatim.com

Jember, locusjatim.com – Lonjakan permintaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diikuti peningkatan pengawasan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pertamina Patra Niaga menyoroti pola pembelian menggunakan botol hingga kendaraan dengan tangki yang dimodifikasi yang terindikasi dilakukan spekulan.

Sales Area Manager Retail Malang PT Pertamina Patra Niaga, Angga Y. Putra, mengatakan indikasi praktik spekulasi masih ditemukan di lapangan. Karena itu, pengawasan terhadap distribusi Pertalite perlu diperketat agar penyalurannya tepat sasaran.

“Iya, itu yang kita harapkan. Makanya di lapangan masih ada nih spekulan-spekulan yang sepeda motor, yang botol, yang tangkinya modifikasi,” ujar Angga saat dikonfirmasi di Jember, Rabu (21/10/2026).

Pertamina telah mengingatkan seluruh pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pola pembelian yang berpotensi menyimpang dari ketentuan. Pengelola SPBU juga diminta tidak terlibat dalam praktik yang dapat merugikan masyarakat.

“Iya, jadi kita tetap menyampaikan kepada SPBU, teman-teman di lembaga penyalur, bahwa tetap kita waspada ya terhadap apa namanya penyalahgunaan itu, jangan sampai kita ikut terlibat dalam hal-hal seperti itu,” katanya.

Selain memperkuat pengawasan di SPBU, Pertamina berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk membantu menertibkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, baik di lokasi penyaluran maupun di luar SPBU.

Meski demikian, indikasi tersebut belum serta-merta membuktikan adanya pelanggaran oleh pihak tertentu. Dugaan penyalahgunaan tetap memerlukan pemeriksaan dan pembuktian oleh pihak berwenang.

Pengawasan tersebut dilakukan ketika kebutuhan BBM di Jember meningkat. Angga menjelaskan, perubahan harga BBM turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat, terutama karena sebagian konsumen beralih dari Pertamax ke Pertalite.

Sebelum terjadi perubahan harga, rata-rata penyaluran BBM di Jember mencapai sekitar 570 kiloliter (KL) per hari. Untuk mengimbangi kenaikan permintaan, Pertamina meningkatkan penyaluran menjadi sekitar 680 KL hingga 700 KL per hari pada kondisi tertentu.

“Rata-rata penyaluran di Jember itu kalau normal sebelum ada kenaikan harga itu sekitar 570 KL per hari,” ujarnya.

Peningkatan tersebut mencapai lebih dari 20 persen dibandingkan kondisi normal. Tambahan pasokan diharapkan mampu menjaga ketersediaan BBM sekaligus mengurangi antrean kendaraan di SPBU.

Pengusaha SPBU Baratan, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Wahyu Nugroho, membenarkan adanya tambahan pasokan Pertalite selama sekitar empat hari terakhir.

Pada Rabu (21/10/2026), SPBU yang dikelolanya menerima pasokan Pertalite sebanyak 24.000 liter. Jumlah itu meningkat dibandingkan kondisi normal yang berkisar 16.000 liter per hari.

“Kalau antrean sekarang sudah normal. Pasokan Pertalite juga ditambah, sudah empat harian terakhir,” kata Wahyu.

Pertamina menyebut kondisi distribusi BBM di Jember saat ini relatif kondusif. Namun, antrean masih berpotensi terjadi pada jam berangkat dan pulang kerja.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Pertamina berupaya mengatur antrean dan mengarahkan konsumen menuju SPBU yang lebih lengang.

Pertamina juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember berupa pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan tersebut dinilai membantu mengurangi kepadatan kendaraan pada waktu tertentu.

“Kita juga sebenarnya cukup mengapresiasi Bapak Bupati, karena punya peran banyak ya buat kita, membantu kita dalam melakukan pengamanan wilayah ya, khususnya pada saat antrean sedang tinggi,” ujar Angga.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketersediaan bagi konsumen lain. Masyarakat juga diharapkan melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *