BeritaHeadline

LAZISNU Jatim Bangun Kembali 7 Fasilitas di Aceh, Pendidikan Agama Anak-anak Jadi Prioritas

329
×

LAZISNU Jatim Bangun Kembali 7 Fasilitas di Aceh, Pendidikan Agama Anak-anak Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
LAZISNU Jatim Bangun Kembali 7 Fasilitas di Aceh, Pendidikan Agama Anak-anak Jadi Prioritas
Peletakan prasasti pembangunan Balai Pengajian Rahma Nizar Aceh Tamiang oleh PWNU Jawa Timur. Foto: Istimewa

Surabaya, locusjatim.com – Pemulihan pascabencana di Aceh tak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur, tetapi juga keberlanjutan pendidikan agama bagi generasi muda. Melalui Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur, tujuh fasilitas keagamaan dan sosial yang rusak diterjang banjir bandang kini kembali berdiri.

Peresmian fasilitas tersebut berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur pada Rabu-Kamis (14-15/10/2026). Bantuan yang bersumber dari warga Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur itu diharapkan menjadi penopang bagi masyarakat untuk kembali menjalankan kegiatan keagamaan, khususnya pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak.

Sebelumnya, sejumlah bangunan tersebut porak poranda akibat banjir bandang pada 26 November 2025. Kerusakan itu tidak hanya berdampak pada bangunan fisik, tetapi juga mengganggu sarana yang digunakan masyarakat untuk belajar dan mendalami ilmu agama.

Pelaksana Tugas Harian Ketua PWNU Jawa Timur, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman, mengatakan pembangunan kembali fasilitas tersebut menjadi bagian dari kepedulian warga NU Jatim terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Alhamdulillah, kini fasilitas tersebut telah berdiri kembali dan diharapkan dapat menunjang kegiatan pendidikan agama bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Gus Firjaun, sapaan akrabnya, berharap bangunan yang telah dipulihkan tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi tempat anak-anak mendapatkan pendidikan dasar keislaman.

Menurutnya, keberadaan balai pengajian perlu diikuti dengan kegiatan belajar mengajar yang berkelanjutan. Karena itu, masyarakat setempat diharapkan ikut menjaga fasilitas sekaligus memastikan kegiatan pendidikan agama kembali berjalan secara optimal.

“Mudah-mudahan balai ini bermanfaat, terus dijaga, dan diramaikan dengan kegiatan belajar mengajar, khususnya belajar membaca Al-Qur’an dan pendidikan dasar agama,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga Aceh Tamiang dan Aceh Timur untuk merawat bangunan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Dukungan masyarakat dinilai penting supaya fasilitas yang telah dibangun kembali tidak sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan tetap berfungsi sebagai pusat pembelajaran agama bagi anak-anak.

Gus Firjaun turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan kembali fasilitas keagamaan dan sosial tersebut. Ia berharap bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan para guru yang telah mengajarkan ilmu kepada anak-anak di kawasan ini,” tuturnya.

LAZISNU Jatim membangun kembali tujuh fasilitas yang tersebar di dua kabupaten terdampak banjir bandang. Empat bangunan berada di Aceh Tamiang, sedangkan tiga lainnya berada di Aceh Timur.

Di Aceh Tamiang, bantuan tersebut meliputi Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qisroh, Balai Pengajian Rahma Nizar, Balai NU Tengku Ja’far, serta Balai NU Pondok Pesantren Tahfidz Al-Musthofa.

Sementara di Aceh Timur, fasilitas yang dipulihkan meliputi Balai NU TPQ Baiturrahman, mushala Pondok Pesantren Darussalam, serta fasilitas sanitasi Masjid Amal Ikhlas.

Pembangunan kembali tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memulihkan aktivitas keagamaan sekaligus menyediakan ruang belajar yang lebih layak bagi anak-anak setelah bencana merusak fasilitas sebelumnya.

Dalam peresmian itu, rombongan PWNU Jatim yang hadir di Aceh di antaranya Wakil Rais PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir, Plt Harian Ketua PWNU Jatim KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Sekretaris LAZISNU Jatim Moch Rofi’i Boenawi, dan Bendahara LAZISNU Jatim Tamsil Ainnur Rizal.

Dukungan pembangunan kembali fasilitas keagamaan tersebut disambut baik oleh Lailawati, Pimpinan Balai Pengajian Rahma Nizar Aceh Tamiang. Ia menyampaikan terima kasih kepada warga NU Jawa Timur, LAZISNU Jatim, dan seluruh donatur yang telah membantu pemulihan balai pengajian.

“Atas nama pimpinan Balai Pengajian Rahma Nizar, saya mengucapkan terima kasih kepada LAZISNU Jatim yang telah membangun kembali balai pengajian ini. Semoga Allah membalas segala kebaikan bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya,” ujarnya.

Bantuan tersebut melanjutkan upaya kemanusiaan LAZISNU Jatim bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sebelumnya, bantuan yang disalurkan mencakup 40 ribu porsi menu berbuka puasa dan sahur, Al-Qur’an, perlengkapan salat, serta ribuan kebutuhan logistik lainnya.

Melalui pemulihan tujuh fasilitas ini, LAZISNU Jatim berharap masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas keagamaan dengan lebih baik. Lebih dari itu, keberadaan balai pengajian, pesantren, dan mushala diharapkan menjadi penopang pendidikan agama anak-anak agar tetap berlanjut meskipun wilayah mereka pernah dilanda bencana(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *