Berita

Retakan 40 Meter Mengintai Jalur Gumitir, BPBD Jember Khawatir Hujan Perparah Kondisi

546
×

Retakan 40 Meter Mengintai Jalur Gumitir, BPBD Jember Khawatir Hujan Perparah Kondisi

Sebarkan artikel ini
Retakan badan jalan di jalur Gumitir, Kabupaten Jember.
Retakan badan jalan di jalur Gumitir, Kabupaten Jember. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com – Retakan di jalur Gumitir, Kabupaten Jember, mulai menjadi perhatian karena ditemukan memanjang hingga sekitar 40 meter di dekat badan jalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin berkembang ketika memasuki musim hujan.

Retakan ditemukan di sekitar KM 230+950. Meski secara kasatmata tergolong ringan, posisinya berada cukup dekat dengan jalur kendaraan dan di sisi jalan terdapat jurang.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, informasi mengenai retakan tersebut diterima dari relawan pada Senin (5/10/2026). BPBD kemudian bersama tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) melakukan peninjauan ke lokasi.

“Memang ditemukan retakan-retakan ringan tetapi menurut saya dampaknya cukup mengkhawatirkan karena hanya berjarak sekitar 2 sampai 3 meter dari jalur sebelah kanan, yang mana kanan ini berpotensi karena di situ jurang,” kata Edy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, kondisi retakan tidak bisa hanya dilihat dari tingkat kerusakan saat ini. Gerusan di sekitar sisi jalan serta air hujan yang masuk ke dalam tanah berpotensi memengaruhi kondisi tanah di sekitar retakan.

Apalagi, jalur tersebut merupakan jalan nasional dengan lalu lintas kendaraan yang cukup tinggi. Kendaraan dengan tonase besar juga setiap hari melintas sehingga faktor beban kendaraan menjadi salah satu aspek yang akan diperhitungkan dalam penanganan.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember Ipda Ratno Budi Jatmikho atau Miko mengatakan, hasil pemeriksaan polisi menemukan retakan paling parah berjarak sekitar 80 sentimeter dari badan jalan.

Lebar retakan di titik tersebut hampir mencapai 1 sentimeter, sedangkan panjang keseluruhan retakan diperkirakan sekitar 40 meter.

“Untuk yang titik paling parah di sini, jarak dari badan jalan kurang lebih sekitar 80 cm, kemudian untuk retakannya ini sudah hampir 1 cm,” kata Miko.

Polisi juga menemukan kondisi bahu jalan yang sangat tipis dan minim penahan. Kondisi itu menjadi perhatian karena air hujan yang masuk ke dalam tanah berpotensi memperburuk kondisi apabila tidak segera dilakukan penanganan.

“Kalau air hujan masuk ke tanah yang sudah berlubang, tentunya ini akan berpotensi semakin rawan,” ujar Miko.

Untuk mengantisipasi perkembangan kondisi tersebut, BPBD Jember akan menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi. BBPJN, Dinas PUPR Jember, Perhutani, Polres Jember dan Dishub Jember akan dilibatkan dalam pembahasan langkah mitigasi.

Selain retakan, keberadaan pohon beringin di sekitar lokasi juga akan dikaji. Pohon tersebut dinilai memiliki kemungkinan membantu menahan tanah, namun pada sisi lain juga dapat memberikan tambahan beban.

“Pohon beringin ini analisa dari kawan-kawan B2PJN kemarin bisa menahan tapi bisa juga menarik,” kata Edy.

Salah satu opsi awal yang akan dipertimbangkan adalah melakukan perempesan pohon untuk mengurangi beban. Sementara penanganan terhadap jalan akan menunggu hasil perhitungan teknis dari BBPJN.

BPBD Jember berharap langkah mitigasi dapat dilakukan sebelum musim hujan berlangsung lebih intensif. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah retakan berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius di jalur nasional tersebut.

“PRB-nya kita utamakan, berharap kemudian teman-teman secara teknis yang memang membidangi persoalan itu mempunyai solusi yang efektif, yang cepat sehingga nanti menjelang atau pas musim hujan sudah selesai persoalan ini,” ujar Edy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *