Berita

Kopi Kalibaru Naik Kelas! DPRD Jatim Dorong Petani Tembus Pasar Nasional hingga Ekspor

819
×

Kopi Kalibaru Naik Kelas! DPRD Jatim Dorong Petani Tembus Pasar Nasional hingga Ekspor

Sebarkan artikel ini

Surabaya, locusjatim.com – Kopi Robusta Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, punya peluang besar untuk naik kelas dari komoditas perkebunan lokal menjadi produk yang mampu menjangkau pasar lebih luas. Dukungan terhadap langkah tersebut mengemuka dalam audiensi Kelompok Tani (Poktan) Bintang Kopi Sejahtera dengan Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Hj. Anik Maslachah, S.Pd., M.Si.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kantor Indrapura DPRD Jatim, Surabaya, Senin (5/10/2025), membahas pengembangan kopi Kalibaru secara menyeluruh, mulai dari penguatan produksi di tingkat petani, pengolahan pascapanen, hingga peluang memperluas jaringan perdagangan.

Potensi tersebut semakin terbuka setelah kopi Kalibaru berhasil meraih prestasi dalam kompetisi tingkat nasional pada awal September lalu. Capaian itu dinilai menjadi modal penting bagi petani untuk memperkenalkan kualitas kopi Kalibaru kepada konsumen di luar daerah, termasuk membuka peluang pasar internasional.

Namun, prestasi tersebut dinilai perlu diikuti dengan penguatan ekosistem usaha. Kualitas kopi harus dibarengi dengan kemampuan menjaga kontinuitas produksi, meningkatkan pengolahan, memenuhi standar pasar, serta membangun jaringan distribusi yang lebih luas.

Ketua Komisi B DPRD Jatim, Anik Maslachah, menyatakan sektor hulu dan hilir harus dikembangkan secara beriringan agar nilai ekonomi kopi dapat memberikan manfaat lebih besar bagi petani.

“Kami sangat mengapresiasi jerih payah petani Kalibaru yang berhasil membawa mutu kopi lokal menembus prestasi nasional. Capian ini harus dijaga dan didorong pengembangannya secara terpadu, mulai dari pendampingan on-farm di hulu, industrialisasi pengolahan di hilir, hingga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya di sektor perdagangan agar nilai tambahnya dinikmati langsung oleh petani,” ujar Anik Maslachah di sela-sela pertemuan.

Menurutnya, pengembangan kopi tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi. Tahapan setelah panen juga menjadi bagian penting untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Di sisi perdagangan, akses pasar menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu mendapat perhatian. Dengan kualitas yang telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional, kopi Kalibaru dinilai memiliki kesempatan untuk memperluas pemasaran, baik ke berbagai wilayah di Indonesia maupun ke pasar luar negeri.

Untuk menuju tahap tersebut, petani perlu memiliki rantai pasok yang kuat dan konsisten. Kesiapan produksi, kualitas, pengolahan, hingga standar produk menjadi faktor penting agar kopi Kalibaru mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Perwakilan Poktan Bintang Kopi Sejahtera, Ali Mursyid Azisi, menyambut baik dukungan yang diberikan DPRD Jatim. Ia menyebut kolaborasi dengan pemangku kebijakan dapat menjadi pintu masuk untuk menjawab sejumlah tantangan yang selama ini dihadapi petani.

“Dukungan dari Ibu Ketua Komisi B memberikan optimisme baru bagi para petani di Kalibaru. Selama ini kami fokus merawat kualitas dari kebun dan pengolahan pascapanen. Dengan terbukanya peluang kolaborasi perdagangan ini, kami siap membawa kopi Kalibaru naik kelas, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat posisi tawar petani lokal di kancah yang lebih luas,” ungkap Ali Mursyid.

Bagi petani, perluasan pasar bukan hanya berkaitan dengan peningkatan penjualan. Akses pasar yang lebih luas juga diharapkan dapat memperkuat posisi tawar petani sehingga nilai ekonomi dari kopi dapat dinikmati lebih optimal oleh masyarakat di tingkat produksi.

Sinergi antara petani dan pemerintah daerah maupun legislatif tersebut diharapkan dapat melahirkan langkah konkret dalam pengembangan kopi Kalibaru. Penguatan dari kebun hingga produk siap dipasarkan menjadi bagian penting untuk menjadikan komoditas tersebut semakin kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *