Artikel

Raih Madura Awards 2025, PR Cahaya Pro Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama

307
×

Raih Madura Awards 2025, PR Cahaya Pro Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama

Sebarkan artikel ini

Pamekasan, locusjatim.com – Perusahaan Rokok (PR) Cahaya Pro kembali mencatatkan prestasi dengan meraih Madura Awards 2025 kategori Kontributor Cukai Tertinggi Industri Hasil Tembakau (IHT).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam penganugerahan yang digelar di Front One and Azana Style Hotel Pamekasan, Senin malam (29/12/2025).

Penghargaan diterima langsung oleh Owner PR Cahaya Pro, H. Fathor Rosi, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam perjalanan perusahaan.

“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan. Tanpa kerja keras mereka, Cahaya Pro tidak akan sampai pada titik ini,” ujar H. Fathor Rosi.

Ia menjelaskan, capaian kontribusi cukai PR Cahaya Pro pada tahun 2025 tidak hanya tertinggi di Kabupaten Pamekasan, tetapi juga menjadi yang terbesar di seluruh wilayah Madura.

“Secara pribadi saya sempat berdiskusi dan menyampaikan bahwa saya tidak mengejar penghargaan. Namun karena penilaian ini berasal dari Bea Cukai dan merupakan hak Cahaya Pro, maka dengan penuh tanggung jawab saya menerimanya,” tuturnya.

Di hadapan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang hadir dalam acara tersebut, H. Fathor turut menyampaikan harapannya agar Pemerintah Pusat memberikan perhatian serius terhadap pembinaan industri tembakau di Madura.

“Madura ini tinggal dibina, Pak. Insyaallah tidak akan mengecewakan. Madura itu lurus, maka kebijakan dari pusat juga perlu lurus dan adil,” tegasnya.

Ia menegaskan, pembinaan industri tembakau jauh lebih dibutuhkan daripada kebijakan yang justru berpotensi mematikan industri rokok lokal. Menurutnya, dengan pendampingan yang tepat, Madura dapat melahirkan lebih banyak pelaku industri legal seperti Cahaya Pro.

“Jangan sampai industri tembakau ini dibunuh. Yang dibutuhkan adalah pembinaan agar ke depan lahir Cahaya Pro–Cahaya Pro lainnya di Madura,” kata H. Fathor.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat Cahaya Pro bukan hanya tumbuh secara perusahaan, melainkan berkembang bersama masyarakat dan daerah.

“Kami tidak ingin maju sendiri. Seperti yang disampaikan Bupati Pamekasan, ‘Bangkit Bersama, Sejahtera Berkualitas’. Cahaya Pro ingin maju bersama,” ungkapnya.

H. Fathor juga berharap para pemangku kebijakan terus hadir menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif, sehingga industri rokok lokal mampu bersaing sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Madura.

“Pemerintah harus hadir membina, bukan membinasakan. Industri rokok di Madura punya potensi besar, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun kesejahteraan petani tembakau. Jangan sampai Madura dicap sebagai sarang rokok ilegal,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, pada tahun 2025 PR Cahaya Pro kembali tercatat sebagai perusahaan dengan jumlah buruh penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terbanyak di Kabupaten Pamekasan.

Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, dari 54 perusahaan yang terinventarisasi, sebanyak 418 buruh PR Cahaya Pro menerima BLT DBHCHT dari total 4.458 penerima yang diproyeksikan pada tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *