Sumenep, locusjatim.com – Piala AF Sport U17 Football Competition 2026 kembali bergulir pada Sabtu (24/10/2026), setelah sempat dihentikan akibat keributan antarpemain. Untuk mengantisipasi insiden serupa, panitia menyiapkan sejumlah langkah evaluasi, termasuk mendatangkan wasit dari Kabupaten Pamekasan.
Kompetisi sepak bola antarkecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tersebut juga akan dilanjutkan tanpa kehadiran suporter di lapangan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya panitia menjaga situasi pertandingan tetap aman dan kondusif hingga turnamen berakhir.
Ketua Panitia Pelaksana AF Sport U17 Football Competition, A. Hasbul Bahri, mengatakan keputusan melanjutkan kompetisi diambil setelah melalui koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Polresta Sumenep.
Menurutnya, turnamen ini tetap perlu dilanjutkan agar pemain muda dari wilayah daratan maupun kepulauan memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi di bidang sepak bola.
“Langkah ini kami ambil, karena kami ingin tetap memfasilitasi para talenta muda sepak bola yang ada di Kabupaten Sumenep,” kata Hasbul dalam konferensi pers, Kamis (22/10/2026).
Salah satu perubahan yang diterapkan pada pertandingan lanjutan adalah penggunaan perangkat pertandingan dari luar daerah. Panitia bersama PSSI Sumenep sepakat mendatangkan wasit dari Kabupaten Pamekasan untuk memimpin laga berikutnya.
Langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi atas keributan yang terjadi pada pertandingan sebelumnya. Panitia berharap pergantian perangkat pertandingan dapat mendukung jalannya kompetisi yang lebih tertib dan menjunjung tinggi sportivitas.
Tak hanya itu, panitia juga memberlakukan sejumlah ketentuan baru. Seluruh pertandingan akan berlangsung tanpa penonton, sedangkan tim yang bertanding pada babak delapan besar diwajibkan menandatangani pakta integritas sebagai komitmen menjaga ketertiban.
Dua tim yang terlibat dalam keributan sebelumnya juga telah didiskualifikasi berdasarkan keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Panitia turut membatasi jumlah ofisial yang diperbolehkan berada di bangku cadangan, yakni maksimal lima orang untuk setiap tim.
Hasbul menegaskan, insiden tersebut menjadi perhatian serius penyelenggara agar kejadian serupa tidak kembali terulang selama kompetisi berlangsung.
“Kejadian kemarin benar-benar menjadi atensi bagi kami, sehingga ke depan kami akan berusaha maksimal agar tidak terjadi hal serupa,” ujarnya.
Babak delapan besar Piala AF Sport U17 Sumenep dijadwalkan dimulai pada Sabtu (24/10/2026). Pertandingan pertama mempertemukan Kecamatan Sapeken melawan Kecamatan Arjasa pada pukul 14.00 WIB.
Selanjutnya, Kecamatan Pasongsongan akan menghadapi Kecamatan Nonggunong pada pukul 15.30 WIB.
Meski suporter tidak diperbolehkan hadir langsung di lapangan, masyarakat masih dapat mengikuti pertandingan melalui siaran langsung di kanal YouTube RRI Sumenep.
Rangkaian turnamen kemudian berlanjut ke babak semifinal pada Senin (26/10/2026), sebelum mencapai partai final pada Kamis (29/10/2026).
Panitia berharap seluruh tim dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan, menjaga kedisiplinan, serta mengutamakan sportivitas dalam setiap pertandingan.
Hasbul juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi sekaligus berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Ia mengajak para pemain, ofisial, dan seluruh pihak terkait untuk menjaga suasana pertandingan tetap kondusif hingga turnamen selesai.
“Mari jaga sportivitas dan solidaritas,” pungkasnya.






